Senin, 01 Februari 2010

Yang Membuat Gairah Anda Menurun


Dulu Anda selalu bersemangat saat harus melepaskan baju suami satu per satu. Sekarang? Tidak lagi. Bila Anda merasakannya, berarti Anda tidak sendiri. Banyak perempuan di dunia ini yang berusaha sekeras mungkin menunda sesi bercinta.

Namun, Anda perlu khawatir jika hal ini terjadi pada Anda. Kenali apa penyebabnya, lalu perbaiki, sebelum suami memutuskan untuk mendapatkan kehangatan di luar rumah. Berikut adalah beberapa hal umum yang menyebabkan gairah seks Anda menurun, dan bagaimana cara untuk mengembalikannya.

1. Kamar yang berantakan. Penelitian terdahulu menghubungkan antara kondisi tempat tidur dengan kondisi psikis Anda. Beberapa pakar mengatakan bahwa tempat tidur yang berantakan adalah pertanda kurangnya kegiatan seks.

''Kita tahu kalau perempuan memang lebih sensitif dengan hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian mereka. Hal-hal itu akan mempengaruhi kehidupan seks mereka,'' tutur Debby Herbenick, PhD, penulis Because it Feels Good: A Woman's Guide to Sexual and Satisfaction.

Tempat tidur yang berantakan bisa mengalihkan konsentrasi perempuan. Misalnya, mendadak Anda ingat belum mencuci seprai dua minggu, dan berontak dari tempat tidur untuk memindahkan seprai ke mesin cuci. Hal ini akan sangat mempengaruhi ketenangan perempuan, dan bukannya rileks dan fokus pada perasaan dan gairah mereka.

Untuk membangkitkan kembali gairah Anda yang sempat menguap, enyahkan semua hal yang berpotensi mengganggu pikiran Anda. ''Jika Anda dan pasangan amat sering menonton televisi, maka pindahkan televisi ke ruang tamu. Jika ada tumpukan surat dan bon-bon tagihan, maka tempatkan di ruang kerja, jangan di ruang tidur,'' papar Herbenick.

2. Amarah. Menurut Pepper Schwartz, PhD, psikolog dan ahli hubungan dari PerfectMatch.com, mengungkapkan bahwa amarah adalah salah satu penyebab terbesar dari menurunnya gairah seks pada wanita. Perempuan yang memiliki masalah atau amarah pada pasangannya, misalnya karena pasangan tidak mau membantu di rumah, bisa menyebabkan turunnya keinginan untuk melakukan hubungan seks. Bagaimana cara mengendalikannya?

''Cari tahu sumber dari semua rasa amarah Anda. Lalu berdamailah dengan rasa amarah itu,'' saran Schwartz.

Apakah karena kurangnya empati dari pasangan, atau karena ia tidak mau mencuci piring semalam, sama saja akibatnya. Singkatnya, jangan biarkan rasa amarah menjadi racun dalam hubungan Anda.

3. Perfeksionis. Suami Anda sedang ingin bermesraan, tapi Anda tidak, kenapa begitu? Ada setumpuk pakaian kering yang belum Anda lipat di atas tempat tidur Anda. Atau, Anda baru saja pulang dari gym dan belum mandi, sedangkan sebentar lagi anak Anda akan terbangun dan minta untuk makan.

''Perfeksionis mengubur dalam-dalam gairah seks,'' tutur Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT, psikolog dan terapi seks di Dallas.

Seorang perfeksionis berpikiran ia harus terlihat sempurna, dan begitu juga pasangan dan lingkungannya. ''Seorang perfeksionis lebih mengkhawatirkan keadaan ketimbang menikmati saat-saat bersama pasangan.

Cara mengatasinya? ''Berikan waktu untuk Anda dan pasangan untuk istirahat sejenak,'' ucap Lombardo. Ingat, bahwa tujuan Anda adalah untuk mendapatkan kesenangan dan menikmati keintiman daripada mengutamakan kesempurnaan. Hanya itu yang diinginkan suami dari Anda.

Hal-hal lain yang akan merusak mood seks Anda adalah:
* Kesulitan keuangan, atau kepikiran soal pekerjaan.
* Trauma yang tidak teratasi, misalnya saat rumah Anda tertimpa banjir.
* Kolesterol tinggi. Ada hubungan antara kolesterol yang tinggi dengan gairah seks. Gairah seks bisa menurun dan sulit mencapai orgasme.
* Menggunakan alat KB yang bisa mengacaukan hormon.
* Tidak pernah lagi memiliki waktu berduaan di malam hari.
* Sedang memiliki bayi.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/14/20074912/yang.membuat.gairah.anda.menurun

Membahas Masalah Sensitif dengan Si Dia


Kita semua tahu, masalah uang adalah masalah yang sensitif, sehingga akan sulit untuk membahasnya dengan pasangan. Apalagi jika Anda dan si dia sedang dalam taraf ingin meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan. Salah memulainya, bisa-bisa malah bertengkar. Kapan saat yang tepat untuk mengangkat topik pembicaraan itu?

Ahli masalah hubungan dari GALTime.com, Deborah Dunn, LMTF, memberikan saran tentang bagaimana menjauhkan amarah dari topik-topik yang sensitif seperti uang, kesehatan, dan seks. Sebelum diskusi Anda berakhir dengan isak tangis, lebih baik Anda mencermati beberapa tips di bawah ini.

1. Jangan pernah memotong pembicaraan seseorang atau menimpali omongannya sebelum selesai.

2. Saat pasangan sedang berbicara, ulangi perkataan mereka (singkat saja), sehingga mereka tahu kalau Anda mendengarkan mereka. Mungkin Anda akan terkesan lemot karena selalu mengulang kata-katanya, tapi percayalah, cara ini pasti berhasil.

3. Hindari memutar mata, atau gerak tubuh yang mengisyaratkan kalau Anda tidak tertarik dan merendahkan pasangan.

4. Cerna lebih dahulu perkataannya sebelum Anda menentang atau bertindak defensif terhadap perkataan pasangan.

5. Usahakan menggunakan kata "aku" ketimbang "kamu" saat memulai pembicaraan. Hindari menunjuk dengan tangan. Contohnya, "Aku sangat sedih karena aku merasa tidak diperhatikan" akan lebih baik dibandingkan jika Anda mengatakan, "Kamu membuat aku kesal, dan kamu tidak pernah mendengarkan aku."

6. Apa pun keadaannya, meskipun Anda benar tentang sesuatu hal, tambahkan perkataan ini, "Soal itu kamu memang benar, tapi boleh kan aku sarankan sesuatu?" sebelum mengutarakan pendapat Anda.

7. Jangan memulai adu argumen atau pembicaraan sensitif sehabis melakukan hubungan seks, di tempat tidur ataupun sebelum makan, atau ketika Anda sedang marah satu sama lain.

8. Hindari kata-kata kasar, atau menentang, yang bisa memicu amarah atau menyinggung perasaannya.

9. Tanyakan waktu yang tepat untuk membicarakannya. Jangan langsung mengutarakan topik pembicaraan yang sensitif.

10. Seorang penasihat bisa mencontohkan cara untuk berbicara dengan pasangan satu sama lain dengan cara yang tidak memalukan, melukai, dan tidak mengundang reaksi menentang. Ketakutan dan harga diri adalah dua hal yang menjadi kunci dalam kesulitan berkomunikasi.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/15/13530113/membahas.masalah.sensitif.dengan.si.dia

Terangsang Melihat Anak Muda


Saya seorang ibu berusia 45 tahun, dan mempunyai tiga orang anak. Saya dan suami sudah menikah selama hampir 17 tahun. Selama ini hubungan kami sangat hangat dan tidak bermasalah, termasuk dalam urusan ranjang. Saya merasa bersyukur karena mempunyai kehidupan yang adem ayem. Tapi belakangan saya jadi sering resah. Masalahnya akhir-akhir ini saya merasakan keanehan dengan hasrat seksual. Setiap kali melihat teman-teman anak saya yang sedang main ke rumah, saya selalu terangsang. Umur mereka memang lebih tua daripada anak saya, yaitu sekitar 20 tahun. Pertanyaan saya, kenapa ini bisa terjadi? Padahal hubungan seksual saya dengan suami tidak bermasalah. Apakah ini yang disebut kejenuhan seks? Bagaimana cara mengatasinya? Tolong bantu karena saya tidak ingin suami tahu dan perkawinan kami jadi bermasalah. (Surat dari Ratna, Purworejo)

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes (MMR), konsultan seks dari RS Persahabatan, Jakarta, hal seperti ini memang kadang-kadang tebersit dalam pikiran wanita dewasa. Seperti yang disebutkan pembaca di atas, bisa jadi kejenuhan memengaruhi peristiwa itu. Hasrat sekonyong-konyong muncul ketika melihat sesuatu yang baru dan lebih segar. Namun, semua tergantung pada diri kita sendiri bagaimana mengelola perasaan atau hasrat tersebut.

Mungkin ada baiknya Anda mulai dengan segera melakukan pembenahan dalam kehidupan seksual dengan pasangan. Tujuannya sudah pasti agar kejenuhan-kejenuhan yang mungkin memang sudah ada di antara Anda dan suami bisa segera sirna. Cobalah mulai dengan hal-hal baru yang bisa Anda berdua lakukan. Misalnya dengan mencari trik-trik baru yang nyaman dilaksanakan, atau cara-cara lainnya yang bisa Anda konsultasikan dengan dokter.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/15/17565755/terangsang.melihat.anak.muda

Pria Ingin Bra dan Panty Anda Matching


Counter pakaian dalam di department store umumnya menyediakan 1 set bra dan celana dalam (CD). Namun ternyata tidak semua perempuan memakai bra dan CD yang matching. Bisa saja bra yang dipakai dari merek terkenal, CD-nya merek abal-abal. Warna dan motifnya pun belum tentu sinkron. Bagi mereka, yang penting keduanya nyaman dipakai.

Ambil contoh Dede Ayu (31), yang mengaku tidak punya satu pun bra dan panty yang matching. "Soalnya kadang kalau beli, CD-nya enak dipakai, tapi bra-nya enggak. Atau sebaliknya," tutur karyawan sebuah perusahaan penerbitan ini.

Bagi perempuan yang lain, memakai bra dan CD yang matching justru suatu keharusan, atau setidaknya, selalu diusahakan matching. "Enggak pede kalau bra dan panty-nya belang-belonteng. Biasanya kalau beli bra saya tanya dulu ke counter pakaian dalamnya, ada CD-nya enggak? Kalau enggak ada, saya mencari bra lain yang ada pasangannya. Yang prioritas sih, bra-nya," seru Cynthia Dewi (31), seorang sekretaris.

Meskipun bra dan panty tentunya tidak terlihat saat Anda mengenakan pakaian lengkap, namun sebagian perempuan merasa hal tersebut mempengaruhi kenyamanan. "Walaupun dari luar enggak kelihatan, tapi di hati terasa nyaman. Jadi nambah pede aja," tukas Erika (29), staf marketing. "Tapi itu sugesti juga kali, ya?"

Ia sendiri sebenarnya tidak selalu mengenakan pasangan yang matching. Setelan yang 1 set dipakainya untuk acara tertentu, seperti menghadapi resepsi perkawinan, meeting, atau jalan-jalan resmi.

Bikin turn-on
Bagi Angel (38, bukan nama sebenarnya), serasi atau tidak tergantung apakah ia sedang memiliki pasangan saat itu. "Kalau ada yang lihat, pakai yang matching. Kalau lagi jomblo, asal! Hahaha..." serunya, sambil menambahkan bahwa serasi tidak selalu harus satu set, asal sesuai warnanya saja. "Tapi kadang-kadang juga untuk menyenangkan diri sendiri, kok."

Penuturan Cynthia, Erika, dan Angel, membenarkan anggapan bahwa perempuan seringkali juga berdandan untuk kepuasan dirinya sendiri. Namun pada momen-momen tertentu, mereka tak menyangkal berdandan untuk pasangannya. Tak terkecuali urusan memakai bra dan CD yang serasi. Mari kita tanya bagaimana pendapat para pria.

Sepengetahuan mereka, para pria ini, setiap bra pasti memiliki panty yang senada, atau menjadi pasangannya. Maka ketika ada perempuan yang tidak memakai pakaian dalam yang matching, "We just don't get it," ujar mereka.

Apakah mereka jadi ilfil jika mendapati pasangannya memakai pakaian dalam yang belang-belonteng seperti kata Cynthia?

"Agak, sih. Cowok itu kan biasanya mau lihat bodi ceweknya sempurna, termasuk dari cara memakai lingerie atau semacamnya. Nah, kalau enggak match kan bikin ada yang kurang enak dilihat aja," ujar Addie (38), karyawan sebuah bank asing.

Meskipun begitu, berkurangnya "rasa" tersebut sebenarnya tidak mempengaruhi umumnya penilaian pria terhadap pasangannya. Namun mendapati bahwa pasangan memakai bra dan CD yang serasi adalah sesuatu yang menyenangkan. Bagi Satrio (36), hal tersebut bisa makin membangkitkan keinginannya untuk making love.

"Misalnya, waktu saling membelai dan membuka pakaian pasangan satu-satu, ternyata dia lagi pakai yang matching gitu. Pasti tambah pingin," ujar bapak satu anak ini. "Atau, bisa saja tadinya enggak terasa apa-apa. Terus enggak sengaja lihat pasangan pake matching set. Jadinya horny."

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda selalu memakai bra dan panty yang serasi?

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/18/14181093/pria.ingin.bra.dan.panty.anda.matching

Saat Terburuk Kirim SMS


Terlalu sering mengirim pesan singkat atau SMS ternyata bisa mengganggu hubungan bahkan merusaknya. Anda tidak percaya? Cobalah untuk mencegah melakukan hal-hal buruk terjadi dalam hubungan Anda dan si dia, bila Anda mengirim SMS dalam kondisi seperti ini:

1. Saat tak sadar diri atau mabuk
Setelah semalaman berpesta, dan meneguk beberapa gelas alkohol, sebaiknya jauhkan ponsel dari keadaan tak sadarkan diri itu. Situasi yang tak terkendali sangat memungkinkan Anda untuk menulis kata-kata yang tak enak dibaca. Sebaiknya kendalikan diri Anda lebih dahulu sebelum menyampaikan sesuatu kepada si dia.

2. Saat sedang marah
Saat mengganggu ketika Anda menerima pesan singkat penuh nada amarah, seperti, "Kenapa enggak telepon sih?". Hati-hati karena pesan semacam ini menandakan Anda sebagai orang yang gamang dan selalu menuntut. Hindari pesan singkat yang mencirikan sikap temperamental, apalagi Anda baru saja memulai hubungan dengan si dia.

3. Saat Anda sudah terlalu sering SMS-an
Anda mungkin tergoda untuk terus berkomunikasi dengan si dia, saat hubungan memang sedang hangat-hangatnya. Mengirim pesan singkat, selain menelepon, memang cara paling sederhana. Namun, tetap jaga-jaga, sudah berapa kali SMS terkirim hari ini? Bisa saja pesan nakal bagai gayung bersambut bagi dia dan Anda. Namun penting dicatat adalah, para pria tak menyukai info terlalu detail tentang Anda, misalnya bahwa teman Anda membeli pakaian yang sama dengan milik Anda, atau Anda tak kebagian atasan yang sedang didiskon. Hal-hal kecil seperti ini lebih baik Anda share dengan teman-teman perempuan Anda saja.

Sesekali melakukan ketiga hal ini mungkin bisa diterima, tetapi jangan dijadikan kebiasaan, ya!

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/1310286/saat.terburuk.kirim.sms

Seks Sejak Dini Memicu Kanker Serviks


Seperti dilaporkan Kompas.com Senin (18/1/2010) lalu, survei yang dilakukan BKKBN tahun 2008 menyebut 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pra nikah. Dua tahun sebelumnya, survei yang dilakukan Annisa Foundation menemukan bahwa 42,3 persen remaja SMP dan SMA di Cianjur, Jawa Barat, pernah berhubungan seks.

Survei yang dilakukan belakangan ini terhadap sejumlah remaja perempuan juga membuktikan bahwa seks di antara mereka dilakukan tanpa paksaan, dan didasari atas suka sama suka.

''Mereka tidak sadar akan konsekuensi seks di usia muda. Saat usia belasan tahun, rahim masih amat rentan dengan berbagai virus dan kuman. Sehingga human papilloma virus (HPV) yang merupakan cikal bakal kanker serviks bisa masuk dan menyerang mereka,'' papar dr Boy Abidin SpOG, dalam peluncuran kampanye I Know di Club XXI Djakarta Theatre, Senin (18/1/2010) lalu.

Saat ini para remaja putri ini mungkin belum menyadari akibat dari perilaku seks tersebut. Yang mereka khawatirkan mungkin hanya bahwa mereka tidak hamil. Tetapi yang lebih penting diketahui adalah bahwa virus HPV tersebut mungkin akan menjadi kanker 10-20 tahun mendatang. Itulah mengapa kanker serviks bisa terjadi di usia yang amat muda.

''Kalau mereka hamil, konsekuensinya akan berbeda. Mereka mungkin melakukan aborsi. Tetapi ini juga ada akibatnya,'' imbuh dokter yang berpraktek di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu.

Aborsi diibaratkan pohon kecil yang dicabut dari tanah tempat tumbuh. Bisa Anda bayangkan apa yang terjadi saat pohon itu dicabut, seperti apa tanah di sekitarnya. Dr Boy mengumpamakan rahim itu adalah tanah.

"Ketika perempuan itu menikah dan ingin hamil, akan sangat sulit, dan bukan tidak mungkin terjadi kemandulan,'' papar Dr Boy. Rahim, menurutnya, sudah cukup kuat untuk menampung bayi pada usia minimal 20 tahun.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/14573564/seks.sejak.dini.memicu.kanker.serviks

Aturan White Lies untuk Si Dia


Terkadang Anda malu saat dia mengenakan dasi kesayangannya yang buluk. Atau terganggu saat ia menggunakan parfum yang baunya bisa membuat pingsan. Harus jujurkah? Anda khawatir bila terlalu jujur, hubungan Anda terancam. Kalau sudah begini, apa yang bisa dilakukan kecuali berbohong demi kebaikannya?

Bohong putih, atau white lies, terkadang perlu dilakukan untuk meningkatkan ego dan rasa percaya diri suami Anda. Apa jawaban Anda untuk situasi tertentu yang Anda hadapi bersama si dia?

1. Kamu keren banget, Sayang! Jika dia bertanya seperti apa penampilannya dalam balutan jas yang sudah lama tidak ia pakai, menyampaikan bahwa ia terlihat hebat tidak ada ruginya buat Anda. Tetapi jika dia masih punya waktu untuk berganti jas, katakan dengan jujur kalau ia harus mengganti.

''Katakan, 'Kamu terlihat tampan dengan jas itu, tapi menurutku warna hitam lebih cocok untukmu'. Dan jangan lupa berikan senyuman sambil berkomentar,'' tutur Laurie Puhn, pakar hubungan dan penulis buku Instant Persuasion: How to Change Your Words to Change Your Life.

2. ML sama kamu itu paling menyenangkan buatku. ''Kalau saya sih, berusaha untuk tidak pernah berbohong tentang seks,'' tutur Alisa Bowman, blogger di ProjectHappilyEverAfter.com. Menurutnya memang sulit untuk tetap tertarik secara fisik pada orang yang telah Anda nikahi bertahun-tahun. Sebagian besar pria tidak ingin tahu seperti apa kehidupan seks Anda dulu. Selain itu tidak ada salahnya berfantasi bahwa kehidupan seks Anda amat menggairahkan dengannya.

3. Keluargamu asyik banget! ''Hal ini bisa menjadi kebohongan yang paling ampuh, karena Anda memang ingin mewujudkannya,'' tutur Puhn. Pada dasarnya, tidak ada keluarga yang sempurna. Namun Anda bisa berfokus pada hal-hal baik yang Anda temukan pada kehidupan keluarganya. Misalnya, mertua Anda telaten dalam mengasuh cucu-cucunya. Namun jika ada hal yang memang mengganggu Anda, sampaikan baik-baik pada suami Anda.

4. Kamu yang paling cakep di sini. ''Tapi jangan lupa tambahkan dua kata ini, yakni 'buat aku'," jelas Puhn. Kebohongan putih, atau mengatakan kebenaran sesungguhnya, akan memberikan kesempatan bagi kehidupan pernikahan Anda jadi lebih bergairah. Selain itu itu, hal-hal baik akan terjadi jika Anda memberikan penghargaan bagi orang yang Anda sayangi. Ia akan menjadi seperti yang Anda katakan.

5. Aku sampai orgasme semalam! Berbohong bahwa Anda berhasil mencapai orgasme pastilah menyakitkan untuk Anda. Namun sebaiknya Anda mengatakan apa yang bisa membuat Anda merasa lebih baik dalam melakukan seks. Bahwa Anda ingin berbohong untuk tetap menaikkan egonya, untuk sementara mungkin memang akan membuatnya merasa tersanjung. Tetapi memastikan Anda mendapatkan kepuasan lebih penting daripada memuaskan egonya, lho.

6. Kamu rapi banget, halaman dan garasi jadi bersih. ''Ini merupakan salah satu bentuk kebohongan putih,'' tutur Puhn. Menurutnya, karena pujian itu menunjukkan hal positif, bukan yang negatif. Suami Anda telah menghabiskan waktu berjam-jam di halaman rumah untuk menyapu, menggali, mengubur, atau memotong rumput liar. Mungkin hasilnya memang tidak sebagus tukang kebun profesional. Tetapi, hargai bahwa ia sudah mengerjakannya.

7. Mengatakan, "Enggak apa-apa, kok", padahal jelas Anda tidak seperti itu. Mungkin ia melupakan ulang tahun pernikahan Anda berdua, atau lupa membelikan makanan pesanan Anda. ''Anda sedang mengujinya, dan berharap kalau ia bisa membaca pikiran Anda,'' ujar Puhn. Sadarlah, bahwa laki-laki tidak punya keahlian membaca pikiran Anda. Kebanyakan dari mereka mau melakukan apa yang Anda inginkan, tapi mereka tidak tahu yang Anda inginkan. Jadi, katakan saja dengan jelas maksud Anda. Beres.

8. Oh, mantanku yang ada di Facebook? Aku udah ilfil kok, sama dia. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda memang memiliki perasaan mendalam terhadap teman kantor atau seseorang di Facebook? Jujur pada diri sendiri lebih penting daripada memberanikan diri mengaku pada suami bahwa Anda sempat mengirimkan SMS-SMS mesra untuk si mantan. Sebab, affair secara emosional itu bisa jadi amat berbahaya.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/18041340/aturan.white.lies.untuk.si.dia