Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Februari 2010

Emotional Affair, Bertahan Lebih Lama


Anda dan dia menyayangi satu sama lain, merasa cocok satu sama lain. Anda suka dan nyaman berbicara dengan dia. Dia juga merasakan hal yang sama: Anda suka melucu, menggoda, atau berusaha tampil dengan busana terbaik saat menghabiskan makan siang atau nongkrong bersama untuk menikmati secangkir kopi. Anda bahkan sering berkirim pesan yang seksi satu sama lain.

Yang menjadi masalah, dia bukan suami Anda!

Dan suami Anda tidak tahu tentang pria tersebut. Entah pria itu merupakan mantan pacar Anda saat kuliah dulu, teman facebook, atau kolega Anda. Semua dimulai dari pertemuan dan perbicangan yang hangat sebagai seorang teman, dan berlanjut pada perselingkuhan.

Wah, jangan sampai hal itu terjadi pada Anda. Walaupun Anda tidak terlibat secara fisik dengannya, namun Anda terlibat secara emosial. Jangan salah, hubungan secara emosional merupakan hal yang bertahan cukup lama ketimbang hubungan fisik.

''Ketidaksetiaan emosional adalah bentuk dimana Anda memiliki hubungan emosional dengan lawan jenis yang Anda sembunyikan keberadaanya,'' tutur Peggy Vuaghan, penulis buku Monogamy Mith.

Selingkuh adalah bentuk pengkhianatan terhadap seseorang meskipun tanpa disertai seks. Affair sudah terjadi ketika ada hubungan fisik dan emosional, karena ada waktu dan perhatian yang diberikan pada lawan jenis yang bukan pasangan Anda. Namun apa yang membuatnya menjadi masalah, padahal tidak ada keterlibatan seksual?

Faktanya, pernikahan akan ternodai dengan adanya orang ketiga. Kebanyakan orang memang bisa sembuh dari ketidaksetiaan emosional, namun kebohongan yang Anda lakukan terhadap pasangan tidak akan terlupakan. Mungkin suami bisa memaafkan, namun pasti ia akan terus teringat kebohongan Anda. Coba Anda pikirkan, apa yang terjadi dengan pernikahan Anda selanjutnya?

Di lain pihak, apakah Anda ingin merusak hubungan pertemanan hanya karena Anda melakukan banyak hal bersama dengan pria tersebut? Godaan untuk menghubungi si PIL ini memang begitu besar, karena situs jejaring sosial akan memudahkan Anda melacaknya.

''Saat Anda terbayang dengan mantan pacar, Anda bisa langsung mencarinya di dunia maya. Tinggal klik facebook, twitter, atau Friendster. Hubungan yang terjalin lewat dunia maya akan lebih cepat, lebih intens, dan lebih mudah,'' tutur Jessica Leroy, pendiri dan direktur dari Center for Psychology for Women.

Leroy juga mengemukakan bahwa orang-orang yang terlibat perselingkuhan secara emosional sering tidak merasa bersalah. Maklum, tidak ada hubungan fisik atau seks yang dilakukan, sehingga mereka menganggap hal itu sebagai pertemanan biasa. "Apa salahnya dekat dengan dia? Kami hanya menghabiskan waktu dengan ngobrol dan makan siang bersamanya," mungkin begitu pembelaan diri Anda saat posisi Anda tersudut.

Apakah hal itu berarti akhir dari pernikahan Anda? Mungkin tidak. Tetapi jika Anda telah membuat hubungan emosional yang kuat dengan orang lain, dengan atau tanpa seks, pasangan Anda akan merasa sangat terluka. Penyelesaian pun akan makin sulit saat hubungan sudah terlanjur jauh. Lantas apa jalan keluarnya?

Mundur teratur. Jangan angkat telepon atau membalas SMS dan email, meskipun Anda sudah terlanjur dekat. Semakin jauh Anda berbuat makin sulit memulihkannya.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/14/10560081/emotional.affair.bertahan.lebih.lama

Pria Menyukai Seks Oral di Pagi Hari


Pria memang mahluk yang konyol, tetapi anehnya kita tetap saja merindukan mereka. Meskipun kenyataan-kenyataan di bawah ini tidak indah, namun bisa membantu Anda memahami pikiran pria dalam hidup Anda. Anka Radakovich, yang telah lebih dari 1 dekade berprofesi sebagai sex columnist di majalah pria, mencari tahu, bagaimana wanita bisa mengetahui hasrat seorang pria, ketakutan, dan fantasi-fantasi mereka.

Pria tidak bisa menolak godaan. Tidak ada kejutan yang lebih menyenangkan untuk pria, saat Anda pelan-pelan menanggalkan pakaian bak penari striptease, lalu menari dengan gaya seksi di hadapannya. Godaan-godaan ini bisa membuat pikiran mereka melayang, membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tidak usah malu saat menari hanya menggunakan pakaian dalam, sebab pria tidak akan memperhatikan hal itu. Hanya satu yang ada di pikiran mereka, Anda begitu seksi!

Pria tidak tahan untuk tidak menatap perempuan lain. Ini kenyataan: mereka tidak pernah bisa mengontrol diri mereka. Anggap saja hal ini sama halnya ketika Anda berjalan di depan butik yang memajang sepatu-sepatu cantik. Anda pasti tidak tahan untuk tidak meliriknya.

Pria masih seperti anak-anak. Selalu ada sisi kekanak-kanakan dalam diri pria, dan mereka bangga dengan hal itu. Contohnya, mereka gemar pada hal-hal yang berbau olahraga. Mereka senang mengumpulkan action figure, atau main game sambil berteriak-teriak dengan riuh. Tidak beda dengan keponakan Anda yang berusia 10 tahun, kan? Itulah mereka. Bagi mereka, inilah cara yang ampuh untuk sejenak lepas dari segala tekanan kehidupan dan menjadi diri mereka sendiri.

Pria selalu memikirkan seks. Anda masih ingat penelitian yang menyatakan bahwa pria memikirkan seks tiap 30 menit? Mereka juga suka menikmati pornografi, entah itu melalui majalah atau film. Pria memang memiliki toleransi lebih tinggi terhadap gerakan atau posisi seks, meskipun mereka tak pernah melakukannya.

Pria suka selingkuh. Tetapi, bukan berarti mereka akan melakukannya, entah karena tak mau merasa bersalah, malu, atau takut. Ketika mereka melihat perselingkuhan, mereka bisa saja menginginkannya, dan berfantasi. Mereka tidak diciptakan untuk bermonogami, dan berusaha keras melawan keinginan mereka berselingkuh. Jika ada kesempatan 0 persen untuk tertangkap basah, maka mereka akan selingkuh. Namun 50 persennya juga tidak akan berselingkuh, meskipun tidak ada peluang kepergok istri.

Pria ingin dipuja wanita. Setiap pria punya sisi Donald Trump dalam dirinya. Mereka ingin dianggap kuat, sukses, dan seksi. Kebanyakan dari mereka tidak akan mengakuinya, tetapi mereka selalu berpikir bahwa mereka akan lebih cerdas dari pasangan mereka. Mereka juga tidak akan malu atau rendah diri jika memiliki pasangan yang 10 kali lipat lebih rupawan dari mereka. Bahkan hal itu akan menaikkan ego mereka.

Pria suka seks oral. Apa yang diinginkan pria saat ML? Ketika Anka Radakovich menanyakan pertanyaan itu pada 100 pria, 80 persen di antaranya mengatakan ingin lebih sering seks oral. Dan, mereka ingin menjadi pihak yang menerima "layanan" tersebut, sebab mereka tidak perlu memikirkan tekniknya. Menurut mereka, hadiah termanis yang bisa diberikan wanita kepada pasangannya adalah seks oral pada pagi hari.

Pria tidak perasa. Pria tidak akan sok perhatian dengan menanyakan apa yang sedang dirasakan sahabatnya. Sederhananya, jika Anda tidak bertanya, maka Anda tidak akan pernah tahu. Jangan berharap pria mau tahu tentang apa yang Anda inginkan, apa yang Anda lakukan, atau apa yang Anda khawatirkan. Anda juga sebaiknya langsung menyampaikan apa keinginan Anda. Jika Anda ingin ia merayakan hari ulang tahun Anda, katakan langsung. Jangan menunggunya mengajak, atau memberikan teka-teki seperti, "Sekarang tanggal berapa, ya?" Anda bisa menunggu selamanya tanpa hasil.

Pria suka penis mereka. Teman sejati pria adalah penis. Mereka juga menganggap, penis adalah sahabat kita juga. Teman sejati mereka itu akan selalu mengingatkan kapan waktunya "beraksi". Mereka juga begitu khawatir tentang ukuran mereka. Meskipun penis mereka kecil, mereka akan membual bahwa milik mereka besar. Satu hal lagi, mereka ingin perempuan mengakuinya. Jadi jika penis mereka kecil, katakan saja besar. Hal itu akan membuat mereka lega.

Pria tidak merayakan hari Valentine. Kebanyakan pria menganggap hari Valentine adalah hari khusus wanita. Mereka akan stres kalau memikirkannya. Apa yang harus dibeli, dan seberapa besar perhatian yang harus mereka curahkan pada pasangannya. Pendek kata, mereka malas jika sikap romantis harus dibuat-buat.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/14/12250129/pria.menyukai.seks.oral.di.pagi.hari

Yang Membuat Gairah Anda Menurun


Dulu Anda selalu bersemangat saat harus melepaskan baju suami satu per satu. Sekarang? Tidak lagi. Bila Anda merasakannya, berarti Anda tidak sendiri. Banyak perempuan di dunia ini yang berusaha sekeras mungkin menunda sesi bercinta.

Namun, Anda perlu khawatir jika hal ini terjadi pada Anda. Kenali apa penyebabnya, lalu perbaiki, sebelum suami memutuskan untuk mendapatkan kehangatan di luar rumah. Berikut adalah beberapa hal umum yang menyebabkan gairah seks Anda menurun, dan bagaimana cara untuk mengembalikannya.

1. Kamar yang berantakan. Penelitian terdahulu menghubungkan antara kondisi tempat tidur dengan kondisi psikis Anda. Beberapa pakar mengatakan bahwa tempat tidur yang berantakan adalah pertanda kurangnya kegiatan seks.

''Kita tahu kalau perempuan memang lebih sensitif dengan hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian mereka. Hal-hal itu akan mempengaruhi kehidupan seks mereka,'' tutur Debby Herbenick, PhD, penulis Because it Feels Good: A Woman's Guide to Sexual and Satisfaction.

Tempat tidur yang berantakan bisa mengalihkan konsentrasi perempuan. Misalnya, mendadak Anda ingat belum mencuci seprai dua minggu, dan berontak dari tempat tidur untuk memindahkan seprai ke mesin cuci. Hal ini akan sangat mempengaruhi ketenangan perempuan, dan bukannya rileks dan fokus pada perasaan dan gairah mereka.

Untuk membangkitkan kembali gairah Anda yang sempat menguap, enyahkan semua hal yang berpotensi mengganggu pikiran Anda. ''Jika Anda dan pasangan amat sering menonton televisi, maka pindahkan televisi ke ruang tamu. Jika ada tumpukan surat dan bon-bon tagihan, maka tempatkan di ruang kerja, jangan di ruang tidur,'' papar Herbenick.

2. Amarah. Menurut Pepper Schwartz, PhD, psikolog dan ahli hubungan dari PerfectMatch.com, mengungkapkan bahwa amarah adalah salah satu penyebab terbesar dari menurunnya gairah seks pada wanita. Perempuan yang memiliki masalah atau amarah pada pasangannya, misalnya karena pasangan tidak mau membantu di rumah, bisa menyebabkan turunnya keinginan untuk melakukan hubungan seks. Bagaimana cara mengendalikannya?

''Cari tahu sumber dari semua rasa amarah Anda. Lalu berdamailah dengan rasa amarah itu,'' saran Schwartz.

Apakah karena kurangnya empati dari pasangan, atau karena ia tidak mau mencuci piring semalam, sama saja akibatnya. Singkatnya, jangan biarkan rasa amarah menjadi racun dalam hubungan Anda.

3. Perfeksionis. Suami Anda sedang ingin bermesraan, tapi Anda tidak, kenapa begitu? Ada setumpuk pakaian kering yang belum Anda lipat di atas tempat tidur Anda. Atau, Anda baru saja pulang dari gym dan belum mandi, sedangkan sebentar lagi anak Anda akan terbangun dan minta untuk makan.

''Perfeksionis mengubur dalam-dalam gairah seks,'' tutur Elizabeth Lombardo, PhD, MS, PT, psikolog dan terapi seks di Dallas.

Seorang perfeksionis berpikiran ia harus terlihat sempurna, dan begitu juga pasangan dan lingkungannya. ''Seorang perfeksionis lebih mengkhawatirkan keadaan ketimbang menikmati saat-saat bersama pasangan.

Cara mengatasinya? ''Berikan waktu untuk Anda dan pasangan untuk istirahat sejenak,'' ucap Lombardo. Ingat, bahwa tujuan Anda adalah untuk mendapatkan kesenangan dan menikmati keintiman daripada mengutamakan kesempurnaan. Hanya itu yang diinginkan suami dari Anda.

Hal-hal lain yang akan merusak mood seks Anda adalah:
* Kesulitan keuangan, atau kepikiran soal pekerjaan.
* Trauma yang tidak teratasi, misalnya saat rumah Anda tertimpa banjir.
* Kolesterol tinggi. Ada hubungan antara kolesterol yang tinggi dengan gairah seks. Gairah seks bisa menurun dan sulit mencapai orgasme.
* Menggunakan alat KB yang bisa mengacaukan hormon.
* Tidak pernah lagi memiliki waktu berduaan di malam hari.
* Sedang memiliki bayi.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/14/20074912/yang.membuat.gairah.anda.menurun

Membahas Masalah Sensitif dengan Si Dia


Kita semua tahu, masalah uang adalah masalah yang sensitif, sehingga akan sulit untuk membahasnya dengan pasangan. Apalagi jika Anda dan si dia sedang dalam taraf ingin meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan. Salah memulainya, bisa-bisa malah bertengkar. Kapan saat yang tepat untuk mengangkat topik pembicaraan itu?

Ahli masalah hubungan dari GALTime.com, Deborah Dunn, LMTF, memberikan saran tentang bagaimana menjauhkan amarah dari topik-topik yang sensitif seperti uang, kesehatan, dan seks. Sebelum diskusi Anda berakhir dengan isak tangis, lebih baik Anda mencermati beberapa tips di bawah ini.

1. Jangan pernah memotong pembicaraan seseorang atau menimpali omongannya sebelum selesai.

2. Saat pasangan sedang berbicara, ulangi perkataan mereka (singkat saja), sehingga mereka tahu kalau Anda mendengarkan mereka. Mungkin Anda akan terkesan lemot karena selalu mengulang kata-katanya, tapi percayalah, cara ini pasti berhasil.

3. Hindari memutar mata, atau gerak tubuh yang mengisyaratkan kalau Anda tidak tertarik dan merendahkan pasangan.

4. Cerna lebih dahulu perkataannya sebelum Anda menentang atau bertindak defensif terhadap perkataan pasangan.

5. Usahakan menggunakan kata "aku" ketimbang "kamu" saat memulai pembicaraan. Hindari menunjuk dengan tangan. Contohnya, "Aku sangat sedih karena aku merasa tidak diperhatikan" akan lebih baik dibandingkan jika Anda mengatakan, "Kamu membuat aku kesal, dan kamu tidak pernah mendengarkan aku."

6. Apa pun keadaannya, meskipun Anda benar tentang sesuatu hal, tambahkan perkataan ini, "Soal itu kamu memang benar, tapi boleh kan aku sarankan sesuatu?" sebelum mengutarakan pendapat Anda.

7. Jangan memulai adu argumen atau pembicaraan sensitif sehabis melakukan hubungan seks, di tempat tidur ataupun sebelum makan, atau ketika Anda sedang marah satu sama lain.

8. Hindari kata-kata kasar, atau menentang, yang bisa memicu amarah atau menyinggung perasaannya.

9. Tanyakan waktu yang tepat untuk membicarakannya. Jangan langsung mengutarakan topik pembicaraan yang sensitif.

10. Seorang penasihat bisa mencontohkan cara untuk berbicara dengan pasangan satu sama lain dengan cara yang tidak memalukan, melukai, dan tidak mengundang reaksi menentang. Ketakutan dan harga diri adalah dua hal yang menjadi kunci dalam kesulitan berkomunikasi.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/15/13530113/membahas.masalah.sensitif.dengan.si.dia

Terangsang Melihat Anak Muda


Saya seorang ibu berusia 45 tahun, dan mempunyai tiga orang anak. Saya dan suami sudah menikah selama hampir 17 tahun. Selama ini hubungan kami sangat hangat dan tidak bermasalah, termasuk dalam urusan ranjang. Saya merasa bersyukur karena mempunyai kehidupan yang adem ayem. Tapi belakangan saya jadi sering resah. Masalahnya akhir-akhir ini saya merasakan keanehan dengan hasrat seksual. Setiap kali melihat teman-teman anak saya yang sedang main ke rumah, saya selalu terangsang. Umur mereka memang lebih tua daripada anak saya, yaitu sekitar 20 tahun. Pertanyaan saya, kenapa ini bisa terjadi? Padahal hubungan seksual saya dengan suami tidak bermasalah. Apakah ini yang disebut kejenuhan seks? Bagaimana cara mengatasinya? Tolong bantu karena saya tidak ingin suami tahu dan perkawinan kami jadi bermasalah. (Surat dari Ratna, Purworejo)

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, SpRM, MKes (MMR), konsultan seks dari RS Persahabatan, Jakarta, hal seperti ini memang kadang-kadang tebersit dalam pikiran wanita dewasa. Seperti yang disebutkan pembaca di atas, bisa jadi kejenuhan memengaruhi peristiwa itu. Hasrat sekonyong-konyong muncul ketika melihat sesuatu yang baru dan lebih segar. Namun, semua tergantung pada diri kita sendiri bagaimana mengelola perasaan atau hasrat tersebut.

Mungkin ada baiknya Anda mulai dengan segera melakukan pembenahan dalam kehidupan seksual dengan pasangan. Tujuannya sudah pasti agar kejenuhan-kejenuhan yang mungkin memang sudah ada di antara Anda dan suami bisa segera sirna. Cobalah mulai dengan hal-hal baru yang bisa Anda berdua lakukan. Misalnya dengan mencari trik-trik baru yang nyaman dilaksanakan, atau cara-cara lainnya yang bisa Anda konsultasikan dengan dokter.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/15/17565755/terangsang.melihat.anak.muda

Pria Ingin Bra dan Panty Anda Matching


Counter pakaian dalam di department store umumnya menyediakan 1 set bra dan celana dalam (CD). Namun ternyata tidak semua perempuan memakai bra dan CD yang matching. Bisa saja bra yang dipakai dari merek terkenal, CD-nya merek abal-abal. Warna dan motifnya pun belum tentu sinkron. Bagi mereka, yang penting keduanya nyaman dipakai.

Ambil contoh Dede Ayu (31), yang mengaku tidak punya satu pun bra dan panty yang matching. "Soalnya kadang kalau beli, CD-nya enak dipakai, tapi bra-nya enggak. Atau sebaliknya," tutur karyawan sebuah perusahaan penerbitan ini.

Bagi perempuan yang lain, memakai bra dan CD yang matching justru suatu keharusan, atau setidaknya, selalu diusahakan matching. "Enggak pede kalau bra dan panty-nya belang-belonteng. Biasanya kalau beli bra saya tanya dulu ke counter pakaian dalamnya, ada CD-nya enggak? Kalau enggak ada, saya mencari bra lain yang ada pasangannya. Yang prioritas sih, bra-nya," seru Cynthia Dewi (31), seorang sekretaris.

Meskipun bra dan panty tentunya tidak terlihat saat Anda mengenakan pakaian lengkap, namun sebagian perempuan merasa hal tersebut mempengaruhi kenyamanan. "Walaupun dari luar enggak kelihatan, tapi di hati terasa nyaman. Jadi nambah pede aja," tukas Erika (29), staf marketing. "Tapi itu sugesti juga kali, ya?"

Ia sendiri sebenarnya tidak selalu mengenakan pasangan yang matching. Setelan yang 1 set dipakainya untuk acara tertentu, seperti menghadapi resepsi perkawinan, meeting, atau jalan-jalan resmi.

Bikin turn-on
Bagi Angel (38, bukan nama sebenarnya), serasi atau tidak tergantung apakah ia sedang memiliki pasangan saat itu. "Kalau ada yang lihat, pakai yang matching. Kalau lagi jomblo, asal! Hahaha..." serunya, sambil menambahkan bahwa serasi tidak selalu harus satu set, asal sesuai warnanya saja. "Tapi kadang-kadang juga untuk menyenangkan diri sendiri, kok."

Penuturan Cynthia, Erika, dan Angel, membenarkan anggapan bahwa perempuan seringkali juga berdandan untuk kepuasan dirinya sendiri. Namun pada momen-momen tertentu, mereka tak menyangkal berdandan untuk pasangannya. Tak terkecuali urusan memakai bra dan CD yang serasi. Mari kita tanya bagaimana pendapat para pria.

Sepengetahuan mereka, para pria ini, setiap bra pasti memiliki panty yang senada, atau menjadi pasangannya. Maka ketika ada perempuan yang tidak memakai pakaian dalam yang matching, "We just don't get it," ujar mereka.

Apakah mereka jadi ilfil jika mendapati pasangannya memakai pakaian dalam yang belang-belonteng seperti kata Cynthia?

"Agak, sih. Cowok itu kan biasanya mau lihat bodi ceweknya sempurna, termasuk dari cara memakai lingerie atau semacamnya. Nah, kalau enggak match kan bikin ada yang kurang enak dilihat aja," ujar Addie (38), karyawan sebuah bank asing.

Meskipun begitu, berkurangnya "rasa" tersebut sebenarnya tidak mempengaruhi umumnya penilaian pria terhadap pasangannya. Namun mendapati bahwa pasangan memakai bra dan CD yang serasi adalah sesuatu yang menyenangkan. Bagi Satrio (36), hal tersebut bisa makin membangkitkan keinginannya untuk making love.

"Misalnya, waktu saling membelai dan membuka pakaian pasangan satu-satu, ternyata dia lagi pakai yang matching gitu. Pasti tambah pingin," ujar bapak satu anak ini. "Atau, bisa saja tadinya enggak terasa apa-apa. Terus enggak sengaja lihat pasangan pake matching set. Jadinya horny."

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda selalu memakai bra dan panty yang serasi?

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/18/14181093/pria.ingin.bra.dan.panty.anda.matching

Saat Terburuk Kirim SMS


Terlalu sering mengirim pesan singkat atau SMS ternyata bisa mengganggu hubungan bahkan merusaknya. Anda tidak percaya? Cobalah untuk mencegah melakukan hal-hal buruk terjadi dalam hubungan Anda dan si dia, bila Anda mengirim SMS dalam kondisi seperti ini:

1. Saat tak sadar diri atau mabuk
Setelah semalaman berpesta, dan meneguk beberapa gelas alkohol, sebaiknya jauhkan ponsel dari keadaan tak sadarkan diri itu. Situasi yang tak terkendali sangat memungkinkan Anda untuk menulis kata-kata yang tak enak dibaca. Sebaiknya kendalikan diri Anda lebih dahulu sebelum menyampaikan sesuatu kepada si dia.

2. Saat sedang marah
Saat mengganggu ketika Anda menerima pesan singkat penuh nada amarah, seperti, "Kenapa enggak telepon sih?". Hati-hati karena pesan semacam ini menandakan Anda sebagai orang yang gamang dan selalu menuntut. Hindari pesan singkat yang mencirikan sikap temperamental, apalagi Anda baru saja memulai hubungan dengan si dia.

3. Saat Anda sudah terlalu sering SMS-an
Anda mungkin tergoda untuk terus berkomunikasi dengan si dia, saat hubungan memang sedang hangat-hangatnya. Mengirim pesan singkat, selain menelepon, memang cara paling sederhana. Namun, tetap jaga-jaga, sudah berapa kali SMS terkirim hari ini? Bisa saja pesan nakal bagai gayung bersambut bagi dia dan Anda. Namun penting dicatat adalah, para pria tak menyukai info terlalu detail tentang Anda, misalnya bahwa teman Anda membeli pakaian yang sama dengan milik Anda, atau Anda tak kebagian atasan yang sedang didiskon. Hal-hal kecil seperti ini lebih baik Anda share dengan teman-teman perempuan Anda saja.

Sesekali melakukan ketiga hal ini mungkin bisa diterima, tetapi jangan dijadikan kebiasaan, ya!

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/1310286/saat.terburuk.kirim.sms

Seks Sejak Dini Memicu Kanker Serviks


Seperti dilaporkan Kompas.com Senin (18/1/2010) lalu, survei yang dilakukan BKKBN tahun 2008 menyebut 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pra nikah. Dua tahun sebelumnya, survei yang dilakukan Annisa Foundation menemukan bahwa 42,3 persen remaja SMP dan SMA di Cianjur, Jawa Barat, pernah berhubungan seks.

Survei yang dilakukan belakangan ini terhadap sejumlah remaja perempuan juga membuktikan bahwa seks di antara mereka dilakukan tanpa paksaan, dan didasari atas suka sama suka.

''Mereka tidak sadar akan konsekuensi seks di usia muda. Saat usia belasan tahun, rahim masih amat rentan dengan berbagai virus dan kuman. Sehingga human papilloma virus (HPV) yang merupakan cikal bakal kanker serviks bisa masuk dan menyerang mereka,'' papar dr Boy Abidin SpOG, dalam peluncuran kampanye I Know di Club XXI Djakarta Theatre, Senin (18/1/2010) lalu.

Saat ini para remaja putri ini mungkin belum menyadari akibat dari perilaku seks tersebut. Yang mereka khawatirkan mungkin hanya bahwa mereka tidak hamil. Tetapi yang lebih penting diketahui adalah bahwa virus HPV tersebut mungkin akan menjadi kanker 10-20 tahun mendatang. Itulah mengapa kanker serviks bisa terjadi di usia yang amat muda.

''Kalau mereka hamil, konsekuensinya akan berbeda. Mereka mungkin melakukan aborsi. Tetapi ini juga ada akibatnya,'' imbuh dokter yang berpraktek di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu.

Aborsi diibaratkan pohon kecil yang dicabut dari tanah tempat tumbuh. Bisa Anda bayangkan apa yang terjadi saat pohon itu dicabut, seperti apa tanah di sekitarnya. Dr Boy mengumpamakan rahim itu adalah tanah.

"Ketika perempuan itu menikah dan ingin hamil, akan sangat sulit, dan bukan tidak mungkin terjadi kemandulan,'' papar Dr Boy. Rahim, menurutnya, sudah cukup kuat untuk menampung bayi pada usia minimal 20 tahun.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/14573564/seks.sejak.dini.memicu.kanker.serviks

Aturan White Lies untuk Si Dia


Terkadang Anda malu saat dia mengenakan dasi kesayangannya yang buluk. Atau terganggu saat ia menggunakan parfum yang baunya bisa membuat pingsan. Harus jujurkah? Anda khawatir bila terlalu jujur, hubungan Anda terancam. Kalau sudah begini, apa yang bisa dilakukan kecuali berbohong demi kebaikannya?

Bohong putih, atau white lies, terkadang perlu dilakukan untuk meningkatkan ego dan rasa percaya diri suami Anda. Apa jawaban Anda untuk situasi tertentu yang Anda hadapi bersama si dia?

1. Kamu keren banget, Sayang! Jika dia bertanya seperti apa penampilannya dalam balutan jas yang sudah lama tidak ia pakai, menyampaikan bahwa ia terlihat hebat tidak ada ruginya buat Anda. Tetapi jika dia masih punya waktu untuk berganti jas, katakan dengan jujur kalau ia harus mengganti.

''Katakan, 'Kamu terlihat tampan dengan jas itu, tapi menurutku warna hitam lebih cocok untukmu'. Dan jangan lupa berikan senyuman sambil berkomentar,'' tutur Laurie Puhn, pakar hubungan dan penulis buku Instant Persuasion: How to Change Your Words to Change Your Life.

2. ML sama kamu itu paling menyenangkan buatku. ''Kalau saya sih, berusaha untuk tidak pernah berbohong tentang seks,'' tutur Alisa Bowman, blogger di ProjectHappilyEverAfter.com. Menurutnya memang sulit untuk tetap tertarik secara fisik pada orang yang telah Anda nikahi bertahun-tahun. Sebagian besar pria tidak ingin tahu seperti apa kehidupan seks Anda dulu. Selain itu tidak ada salahnya berfantasi bahwa kehidupan seks Anda amat menggairahkan dengannya.

3. Keluargamu asyik banget! ''Hal ini bisa menjadi kebohongan yang paling ampuh, karena Anda memang ingin mewujudkannya,'' tutur Puhn. Pada dasarnya, tidak ada keluarga yang sempurna. Namun Anda bisa berfokus pada hal-hal baik yang Anda temukan pada kehidupan keluarganya. Misalnya, mertua Anda telaten dalam mengasuh cucu-cucunya. Namun jika ada hal yang memang mengganggu Anda, sampaikan baik-baik pada suami Anda.

4. Kamu yang paling cakep di sini. ''Tapi jangan lupa tambahkan dua kata ini, yakni 'buat aku'," jelas Puhn. Kebohongan putih, atau mengatakan kebenaran sesungguhnya, akan memberikan kesempatan bagi kehidupan pernikahan Anda jadi lebih bergairah. Selain itu itu, hal-hal baik akan terjadi jika Anda memberikan penghargaan bagi orang yang Anda sayangi. Ia akan menjadi seperti yang Anda katakan.

5. Aku sampai orgasme semalam! Berbohong bahwa Anda berhasil mencapai orgasme pastilah menyakitkan untuk Anda. Namun sebaiknya Anda mengatakan apa yang bisa membuat Anda merasa lebih baik dalam melakukan seks. Bahwa Anda ingin berbohong untuk tetap menaikkan egonya, untuk sementara mungkin memang akan membuatnya merasa tersanjung. Tetapi memastikan Anda mendapatkan kepuasan lebih penting daripada memuaskan egonya, lho.

6. Kamu rapi banget, halaman dan garasi jadi bersih. ''Ini merupakan salah satu bentuk kebohongan putih,'' tutur Puhn. Menurutnya, karena pujian itu menunjukkan hal positif, bukan yang negatif. Suami Anda telah menghabiskan waktu berjam-jam di halaman rumah untuk menyapu, menggali, mengubur, atau memotong rumput liar. Mungkin hasilnya memang tidak sebagus tukang kebun profesional. Tetapi, hargai bahwa ia sudah mengerjakannya.

7. Mengatakan, "Enggak apa-apa, kok", padahal jelas Anda tidak seperti itu. Mungkin ia melupakan ulang tahun pernikahan Anda berdua, atau lupa membelikan makanan pesanan Anda. ''Anda sedang mengujinya, dan berharap kalau ia bisa membaca pikiran Anda,'' ujar Puhn. Sadarlah, bahwa laki-laki tidak punya keahlian membaca pikiran Anda. Kebanyakan dari mereka mau melakukan apa yang Anda inginkan, tapi mereka tidak tahu yang Anda inginkan. Jadi, katakan saja dengan jelas maksud Anda. Beres.

8. Oh, mantanku yang ada di Facebook? Aku udah ilfil kok, sama dia. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda memang memiliki perasaan mendalam terhadap teman kantor atau seseorang di Facebook? Jujur pada diri sendiri lebih penting daripada memberanikan diri mengaku pada suami bahwa Anda sempat mengirimkan SMS-SMS mesra untuk si mantan. Sebab, affair secara emosional itu bisa jadi amat berbahaya.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/18041340/aturan.white.lies.untuk.si.dia

Mengubah Status Teman Menjadi Pacar


Mengubah hubungan pertemanan menjadi romantisme memang bukan perkara mudah. Apalagi jika Anda dan si dia sudah merasa nyaman sebagai teman dekat.

Namun, perasaan tidak bisa dibohongi. Ketika sudah muncul kekaguman lebih, dan keinginan untuk memiliki hubungan yang tak sekadar teman, bagaimana cara paling aman untuk mengatakannya?

Pastinya, Anda harus menyampaikan perasaan Anda dengan jujur. Jika tidak, sikap Anda terhadap pria ini menjadi canggung. Niat Anda menjadikannya kekasih pun tak kesampaian. Ada tiga cara untuk mengatakannya:

1. Katakan terus terang apa adanya
Ini adalah cara paling sederhana, dan Anda bisa langsung menemukan jawaban apakah si dia berpikir sama. Resikonya memang lebih tinggi. Akan menjadi melegakan jika ternyata si dia punya perasaan yang sama. Jika tidak, wajar saja jika Anda kecewa bahkan malu dan menjadi tidak nyaman dengan kelanjutan pertemanan Anda. Meski begitu, pemilihan waktu yang tepat bisa menjadi strategi jitu untuk cara ini. Cari waktu tepat, jangan terlalu lama menunggu namun
juga jangan terburu-buru. Gunakan intuisi Anda!


2. Menghilang beberapa saat
Jika cara pertama tak berhasil, atau tidak tepat untuk Anda, cara yang ini boleh dibilang lebih aman. Menghilanglah dari pergaulan beberapa saat. Si dia bisa jadi merindukan Anda, dan begitu Anda kembali, dia akan lebih agresif mendekati. Jika ternyata si dia bersikap biasa saja, Anda sudah bisa menebak apa jawabannya, bukan? Bisa jadi Anda hanya dianggap teman biasa olehnya.

Cara ini dikategorikan sebagai permainan, dan bagi sebagian orang permainan macam ini tak menarik. Si dia bisa saja merasa aneh dengan kepergian Anda yang tiba-tiba dan seperti disengaja. Tujuan Anda mengambil hatinya justru berbalik membuatnya tak lagi menaruh perhatian pada Anda. Sebelum memutuskan untuk menghilang, sebaiknya kenali dulu karakternya.

3. Lebih sering jalan bareng, berdua saja
Biasanya, Anda jalan bareng dengan sekumpulan teman-teman dan si dia. Kali ini, cari waktu berdua. Cara ini lebih natural, jujur, dan lebih aman untuk memulai pendekatan. Anda bisa lebih leluasa mengenal si dia. Cara ini memungkinkan untuk memunculkan percikan kecil yang bisa saja terjadi jika ternyata si dia menyimpan rasa yang sama. Misalkan kecupan kecil di kening atau pipi Anda misalnya. Nah, ini menjadi pertanda positif bukan?

Jika setelah jalan berdua hasilnya si dia biasa saja, dan ternyata justru mulai menjauh, Anda bisa memastikan bahwa ia tidak ingin serius dengan Anda. Dia lebih memilih menjadi teman daripada pacar.

Dari sini Anda bisa menilai, cara mana yang paling mungkin bisa dilakukan untuk mencari jawaban dari si Dia.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/19263218/mengubah.status.teman.menjadi.pacar

Pria: "Kami Bukan Takut Berkomitmen, Tapi...."


Secantik dan seseksi apa pun perempuan-perempuan yang pernah menjalin cinta dengannya, George Clooney hingga kini belum juga bertekuk lutut dan mengakhiri masa lajang. Menurut sejumlah pakar hubungan, Mr. Clooney -seperti juga banyak pria lainnya, kelewat serius menyikapi arti sebuah komitmen pernikahan. Akibatnya, ia justru jadi paranoid dan menghindari segala hal yang terkait dengan komitmen seumur hidup tersebut. Benarkah pria seperti itu?

Cemas Menghadapi Kata "Selamanya"
Normalnya, di dunia ini tidak ada orang yang berniat menikah hanya untuk sementara waktu saja. Apa pun yang akan terjadi di kemudian hari, ketika menikah, semua pasangan suami istri pasti berjanji akan saling mendampingi seumur hidup, alias selama-lamanya.

Selamanya? Itu berarti Anda akan tinggal bareng degan orang yang sama selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, hingga salah satu dari Anda menyelesaikan "kontrak hidup" di dunia ini. Wajah yang menghantar Anda tidur di malam hari dan bangun tidur setiap hari adalah wajah yang itu-itu juga. Anda pun mesti berbagi segala-galanya dengan pasangan, selama Anda berdua masih tinggal di bawah satu atap.

Menurut Carl Weisman, penulis buku So Why Have You Never Been Married? Pernyataan "hidup berdua selamanya" itu seringkali membuat pria jengah ketika diajak membawa hubungan pacaran ke jenjang yang lebih serius. Pada saat kaum Hawa melayang dimabuk cinta dan tidak memusingkan definisi kata "selamanya", kaum Adam justru sebaliknya. Kecenderungan berpikir secara logis membuat mereka mencacah arti kata "selamanya" ke dalam hitungan tahun atau bahkan hari, dan membayangkan apakah dirinya mampu bertahan selama jangka waktu tersebut untuk mendampingi satu orang yang sama.

Lebih Takut Perceraian Daripada Pernikahan
Mengapa begitu cemas menghadapi kata "selamanya"? Hal ini tak lain karena seorang pria--yang terbiasa berpikir secara rasional, amat menyadari risiko yang dihadapi oleh sebuah pernikahan. Yaitu, ancaman perceraian, "Menurut sebagian besar pria lajang yang saya teliti, perceraian adalah salah satu alasan mereka takut membina pernikahan. Jadi, sama sekali bukan pernikahannya itu sendiri," ujar Weisman.

Kok, belum apa-apa sudah takut akan bercerai? Kata Weisman, para pria yang ditelitinya menyadari bahwa di dunia ini setiap orang pasti berkembang dari waktu ke waktu. "Perkembangan itu pada akhirnya akan membuat diri seseorang berubah. Nah, para pria ini tidak yakin bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada diri suami maupun istri akan tetap membuat mereka cocok untuk terus hidup bersama dengan satu sama lain," ujarnya.

Keputusan untuk menikah atau tidak, menurut Weisman juga acap kali terkait dengan kesuksesan sorang pria di tempat kerja dan secara finansial. Keberhasilan mengaktualisasi diri di dalam karier akan membuat pria lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan selanjutnya, yaitu komitmen. Pundi-pundi uang yang penuh juga merupakan sebuah jaminan bahwa ia akan mampu menafkahi keluarganya di masa depan.

Bersabar dan Temukan Penyebabnya
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Weisman, jumlah pria berusia 40-44 tahun yang belum pernah menikah hanya 6 persen di tahun 1980. Yang mengejutkan, jumlah itu meroket menjadi 17 persen pada tahun 2000. Artinya, tantangan bagi perempuan zaman sekarang untuk mengajak pasangannya ke pelaminan juga semakin bertambah besar.

Lantas, bagaimana cara terbaik menghadapi pria yang alergi pada komitmen pernikahan? Menurut Weisman, langkah terbaik adalah dengan bertanya dan mencoba memahami apa yang menjadi penyebab pasangan Anda menunda menikah. "Pandanglah situasi ini dari sisi positifnya. Seorang pria yang tidak terlalu gampang memutuskan untuk menikah berarti menganggap pernikahan sebagai suatu hal yang berharga dan amat penting dalam hidupnya," ujarnya.

Tak ada salahnya untuk bersabar dan memberi waktu kepada pasangan Anda untuk berpikir ulang apakah akan tetap menunda pernikahan atau tidak. Sementara itu, lebih baik Anda mengisi waktu dengan melakukan berbagai hal yang mampu meningkatkan kualitas diri Anda sebagai seorang pribadi. Pasalnya, sebagian besar pria lajang yang diteliti oleh Weisman menyatakan akan mengakhiri masa lajangnya apabila telah menemukan pasangan yang tepat.

Makanya, ketimbang bete menanti kekasih mengubah pikiran, lebih baik Anda bersikap proaktif dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjadikan diri Anda seorang "wife material". Kalaupun bukan si dia yang menyambar kesempatan untuk mengajak Anda ke pelaminan, di luar sana akan selalu ada pria yang bersedia membuka hatinya bagi Anda.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/20/12513264/pria.kami.bukan.takut.berkomitmen.tapi....

Mengajak Suami Nonton Film Porno


Saya tidak suka kalau suami diam-diam nonton video porno. Saya lebih suka menontonnya berdua. Bagaimana ya, caranya supaya ia mau mencoba nonton film biru dengan saya?" (Surat dari Jenny, 33 tahun)

Anda pasti sudah pernah mendengar, bahwa pria menikmati pornografi sama seperti wanita menikmati halaman mode di majalah fashion. Tetapi, film porno kan bisa dinikmati bersama sebagai pasangan? Siapa tahu nanti ada ide untuk mencoba posisi tertentu?

"Kebanyakan pria memang senang mencoba sesuatu yang mereka tahu bisa merangsang pasangannya," ujar Lou Paget, penulis The Great Lover Playbook. "Sampaikan hal ini sebelum Anda berdua masuk ke kamar tidur. Katanya, 'Aku ingin sedikit bereksperimen malam ini. Aku enggak suka kalau kamu nonton film porno sendirian, soalnya... (katakan alasan Anda). Kenapa kita enggak nonton bareng aja?'."

Cara ini, menurut Paget, tidak jauh berbeda dengan ketika Anda berdiskusi dengan suami untuk mencari tempat yang enak untuk makan, atau saat ingin membeli mobil baru. Justru di sinilah kesempatan untuk berkomunikasi dan menemukan sesuatu yang baru sebagai pasangan.

Tentunya, Anda bisa mencari film dengan plot yang cukup menarik. Dari situ Anda tetap akan menemukan bintang yang bertubuh indah, namun dengan skenario yang cukup terjaga dan plot yang berkembang. Film yang tidak ada konsep cerita atau dialog, dan hanya menonjolkan adegan-adegan panas, tidak akan memberikan "sesuatu" untuk Anda.

"Kemudian duduklah bersama suami di tempat tidur, pangku laptop Anda, lalu cari film yang Anda inginkan, dan komunikasikan apa yang Anda sukai," ujar Paget.

Mengenai kebiasaan suami "bersolo karir", Anda mungkin perlu mencoba untuk menerimanya, atau, setidaknya mentoleransinya selama hal itu tidak mengacaukan hidupnya dan hidup Anda.

"Hal ini merupakan satu contoh tindakan seksual pribadi yang dihadapi sebagian orang, meskipun mereka mempunyai hubungan yang bahagia bersama pasangannya," tambah Paget. "Anda juga bisa menikmatinya selama pornografi dijadikan aktivitas berdua bersama suami."

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/20/11310199/mengajak.suami.nonton.film.porno

64 Persen Wanita Tak Puas dengan Kehidupan Seksnya


Ternyata, tak hanya kaum perempuan yang tidak puas dengan kehidupan seksualnya, tetapi juga pria. Dari survei Asia Pacific Sexual Health and Overall Wellness atau APSHOW tahun 2008, ditemukan kenyataan bahwa 57 persen pria dan 64 persen perempuan tidak merasa puas dengan kehidupan seksual mereka. Survei APSHOW yang dirilis produsen obat Pfizer dan dilakukan di 13 negara dari kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, ini mengirimkan data responden sebanyak 328 pria dan 250 perempuan.

Kebanyakan kasus yang terjadi umumnya disebabkan pria tidak memiliki kemampuan mempertahankan ereksi penis yang memadai untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan, atau disebut disfungsi ereksi. Sayangnya, hanya sedikit kasus disfungsi ereksi yang terungkap dan mendapat penanganan medis yang tepat. Hanya sekitar 13 persen penderita yang sudah tanggap informasi sehingga mau mencari pengobatan yang benar.

Adapun sebagian besar lainnya menutup diri karena tidak mengerti, malu, menganggap hal itu bukan penyakit, dan kemungkinan karena dokter yang menangani tidak siap.

Tingkat kerasnya ereksi pada pria menentukan kualitas hubungan seksual. Ketika seorang pria berhasil mendapatkan tingkat kerasnya ereksi secara maksimal, maka pasangan bisa mendapatkan tingkat kepuasan yang optimal, dan secara individu mampu mendapatkan rasa utuh pada sisi kehidupan yang lainnya.

Dari hasil penelitian juga terungkap bahwa sebagian besar penyebab perempuan sulit untuk mencapai orgasme adalah faktor suami.

''Kebanyakan memang faktor suaminya. Misalnya, ereksi tidak bagus, ejakulasi dini, dan ketidakmampuan untuk merangsang istri, atau kurang foreplay,'' ujar Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia dan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Dari sisi perempuan, ketidakpuasan seksual juga disebabkan perempuan enggan berdiskusi soal seks dengan pasangan sehingga mereka tidak terbuka saat gagal mencapai orgasme.

''Perempuan juga punya andil. Misalnya dia mengalami sakit diabetes, gangguan hormonal saat mau datang bulan, atau akibat kadar testosteron dan esterogen yang mengatur alat vital dalam tubuhnya mengalami gangguan,'' papar Wimpie.

Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah suasana atau faktor lingkungan. ''Misalnya perempuan tidak sedang mood untuk berhubungan karena habis bertengkar, atau karena ada hal-hal yang belum terselesaikan sehingga ia tidak fokus dengan hubungan intim itu,'' paparnya.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/20/13003475/64.persen.wanita.tak.puas.dengan.kehidupan.seksnya

55% Pria Tak Puas dengan Ukuran Mr P-nya


Kebanyakan pria memusingkan ukuran "properti"-nya. Tak sedikit pria yang merasa rendah diri ketika menyangkut hal tersebut.

Situs askmen.com menanyakan kepada 50.000 pria dan wanita mengenai ukuran dan kepuasan. Para relawan ditanya mengenai kepuasan para wanita terhadap ukuran penis pasangannya, dan hasilnya, sebanyak 85 persen wanita merasa puas akan ukuran penis pasangannya. Namun, hanya 55 persen pria yang puas dengan ukurannya sendiri. Artinya, para wanita lebih memaklumi keadaan penis pasangannya, dan tidak merasa kesulitan untuk menikmatinya.

Memangnya, berapa sih ukuran normal penis seorang pria? Dan, seberapa besar pengaruh ukuran penis terhadap kepuasaan seksual wanita?

Dikutip dari netdoctor.co.uk, ukuran rata-rata penis pria yang tidak sedang ereksi adalah di kisaran 8,5 cm-10,5 cm dari ujung hingga pangkal. Sementara situs konseling.net, mengatakan bahwa menurut penelitian yang dilakukan di Singapura pada tahun 2000, secara rata-rata, ukuran penis pria saat tidak ereksi sekitar 8 cm, dan saat ereksi, bertambah menjadi sekitar 12 cm. Untuk ukuran lingkar penis (bukan diameter) kala tidak ereksi sekitar 8,5 cm, dan menjadi 11 cm saat ereksi.

Sama seperti payudara wanita, setiap penis juga memiliki karakteristik berbeda, dan tak ada konsensus mengenai berapa ukuran penis yang ideal. Bagi wanita, vagina merupakan organ tubuh yang cukup mudah beradaptasi dengan berapa pun ukuran penis. Tak ada penelitian yang mengatakan bahwa semakin besar ukuran penis, makin tinggi pula kenikmatan yang dirasakan wanita. Jika ditanyakan mana yang lebih penting, ukuran atau kemampuan (skill), wanita pasti akan menjawab, lebih penting kemampuan (skill) ketimbang ukuran penis.

Menurut askmen.com dan netdoctor.com, ukuran vagina wanita yang belum pernah mengandung adalah sekitar 7,5 cm dalam keadaan biasa, sementara ketika sedang terangsang, bisa mengembang hingga 10 cm. Vagina merupakan organ yang memiliki kemampuan mengembang jika ada benda berukuran cukup besar masuk ke dalamnya secara perlahan. Namun, meski ada penis yang berukuran besar sekalipun, hal tersebut tak akan terlalu berpengaruh terhadap kepuasan wanita. Karena di dalam vagina, hanya sepertiga pintu vagina yang memiliki ujung saraf yang bisa merasakan sensasi kepuasan. Menurut survei, 90 persen wanita lebih memilih penis yang tebal ketimbang panjang karena penis yang panjang tidak memiliki banyak perbedaan dalam kepuasan seksual.

Nah, jika Anda memiliki pasangan yang tidak percaya diri akan ukurannya, katakan padanya bahwa Anda menikmati "properti"-nya apa adanya. Yang penting, ia bisa memuaskan Anda dengan kemampuannya (skill) dalam membawa Anda menikmati momen intim bersamanya -baik dari segi foreplay, teknik, posisi, dan visual.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/21/19234642/55.pria.tak.puas.dengan.ukuran.mr.p-nya

4 Kesalahan Saat Malam Pertama


Malam pertama memang malam yang ditunggu-tunggu pasangan yang baru saja menikah. Tak jarang perempuan merasa canggung, tegang, dan takut. Bahkan, ada juga yang menjadi overacting.

Rasa malu atau takut umumnya memang dialami perempuan yang belum pernah melakukan hubungan intim. Mereka mungkin tidak siap jika harus berbagi secara total dengan pasangannya, tak hanya berbagi perasaan, tetapi juga fisik. Sekadar tidur bersama sih okelah, tetapi membuka seluruh pakaian di hadapan pria, berdua saja di dalam kamar yang tertutup?

Gabungan antara perasaan takut, malu, risi, deg-degan (tapi juga sedikit excited) itu akhirnya membuat sebagian perempuan melakukan hal-hal yang membuat shock pasangannya. Ingin tahu apa saja yang kerap dilakukan perempuan pada malam pertamanya?

1. Mendadak sakit kepala. Karena malu, risi, ditambah panik suami bakal memaksa untuk langsung berhubungan, Anda pun terus mencoba bertahan. Caranya, dengan berpura-pura mengantuk, kepala sedang pusing, atau menunda-nunda selama mungkin. Seorang perempuan, sebut saja Santi (32), mengaku hingga tiga bulan pertama setelah menikah masih belum berani melepas seluruh pakaiannya di depan suami. "Pas malam pertama, saya ngumpet terus, takut disuruh buka baju. Suami saya sampai bilang, 'Masa sama suami sendiri malu sih'?" ucapnya, menirukan.

Saran: Sesuatu yang dipaksakan hasilnya memang kurang baik. Jika Anda memang masih risi, katakan terus terang kepada suami dan jangan malah "lari dari kenyataan" alias kabur dari kamar. Berusahalah untuk rileks saat berbaring dengan suami. Minta suami untuk tidak terburu-buru menyergap Anda. Waktu demi waktu, ketika Anda sudah lebih santai, biarkan suami membimbing langkah Anda selanjutnya.

2. Terlalu banyak teori. Agar malam pertama berjalan lancar dan tidak menegangkan, banyak perempuan yang berusaha membekali diri dengan membaca buku tentang seks atau bertanya kepada teman-temannya yang sudah menikah. Pertanyaan seperti sebanyak apakah darah yang keluar (akibat selaput dara robek) atau gerakan apa yang harus dilakukan saat penetrasi sudah terjadi paling sering membuat perempuan pening. Vita (29), misalnya. Yang terjadi saat malam pertama justru teori-teori tersebut menguap entah ke mana. Maklum, saat itu ia dan pasangannya sama-sama risi untuk menjelajahi satu sama lain.

Saran: Making love is about having fun. Jadi, tak perlu terlalu mengikuti aturan yang ada di buku panduan. Tak usah terlalu tegang saat menghadapinya. Ketegangan hanya membuat suasana menjadi rusak dan suami kehilangan mood untuk berdekatan dengan Anda.

Seks juga bukan sesuatu yang harus dipelajari karena hal ini sifatnya alami pada diri manusia. Tak usah berpikir apakah Anda harus punya teknik andalan, apakah Anda harus tampil telanjang, ataukah lampu harus tetap menyala atau redup. Biarkan saja semua berjalan apa adanya. Kebanyakan perempuan mencari-cari referensi lewat buku atau sejumlah film porno, yang hanya membuat mereka makin tegang karena tak ingin salah melakukannya.

3. Om-do, alias omong doang! Banyak orang sebenarnya tidak tampil seperti dirinya yang asli. Misalnya, si A yang sering gembar-gembor mengenai pengalamannya di atas ranjang atau si B yang sering ngomong jorok (porno, maksudnya) ternyata masih polos. Si C yang pendiam ternyata justru sangat berpengalaman. Begitu pula dengan Atiek (43, bukan nama sebenarnya).

Perempuan yang dikenal tak bisa berhenti bicara barang 5 menit ini pun akhirnya takluk kepada sang suami yang berkarakter kebalikan dari dirinya (kalau tidak diajak bicara, bisa seharian tidak bicara). Saat malam pertamanya, 12 tahun lalu, Atiek kaget melihat keganasan suaminya. Sebaliknya, ia hanya bisa mengikuti arahan sang suami. "Ternyata selama ini gue om-do!" serunya sambil tertawa berderai-derai.

Saran: Untuk Anda yang memang om-do, sudahlah, jelaskan terus terang kepada suami bahwa Anda memang sedikit tegang. Kalau kebetulan Anda punya suami yang ternyata lebih berpengalaman sih, tak masalah. Jika suami juga pemalu atau tidak tahu apa yang harus dilakukan, tentu akhirnya jadi kacau. Meskipun begitu, banyak juga pasangan yang menikmati saja malam pertama yang gagal akibat sama-sama tidak berpengalaman.

4. Bergaya ala bintang porno. Saking penginnya tampil sensual (dan terlihat berpengalaman), Anda mengingat-ingat film porno yang pernah Anda tonton, lalu mempraktikkannya di depan suami. Anda pun membuka pakaian satu per satu bak seorang stripper, seperti dada Anda berdegup kencang. Sambil ngoceh panjang lebar untuk menutupi rasa panik, Anda lalu membuat gerakan-gerakan erotis sekaligus membelai suami di bagian mana pun yang menurut Anda sensitif.

Saran: Bila Anda memang belum berpengalaman, tak usah melakukan aksi berlebihan seperti ini. Tak usah bereksplorasi terlalu berani, misalnya dengan memakai pakaian atau atribut semacam pecut, borgol, stoking berikut garter belt-nya, atau apa pun yang sering Anda lihat di film. Bagaimanapun, tak semua pria memiliki fantasi semacam itu. Salah-salah, Anda dikira sudah sering beraksi seperti itu di hadapan pria lain. Lebih baik diskusikan sebelumnya dengan suami apa yang ingin Anda lakukan berdua saat itu. Seperti yang dilakukan Asti (28).

''Dulu sih kami mencari tahu apa yang dimaui pasangan, misalnya dengan nonton film porno bareng. Tapi, terkadang tidak semua yang kami lihat pasti dicoba. Kadang kalau gayanya terlalu ekstrem, malam jadi seperti sirkus,'' jelas ibu satu anak yang bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi ini. Ia juga mengaku ajakan untuk melakukan seks yang ekstrem lebih banyak dari suami.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/22/1105243/4.kesalahan.saat.malam.pertama


Usia-usia Pernikahan Rentan Masalah


Menurut Tiwin Herman, M.Psi, pernikahan adalah komitmen dari sepasang insan untuk saling menyesuaikan diri secara terus-menerus. Serangkaian konflik yang khas, biasanya, muncul di tahun-tahun tertentu pernikahan. Keterampilan menyelesaikan masalah akan semakin memperkuat hubungan suami-istri. Berikut masa-masa rentan itu dan cara menghadapinya.

Di Bawah 5 Tahun
Tahun-tahun pertama pernikahan merupakan masa yang sangat riskan. Hal ini disebabkan oleh proses penyesuaian diri yang terhambat. Banyak istri atau suami yang mengeluh bahwa sifat dan sikap pasangannya berubah setelah menikah, tidak seperti saat pacaran.

Dalam proses ini, karena usia pernikahan masih baru, toleransi antarpasangan masih sangat tinggi. Jika di masa ini sudah mulai ada maslah yang tidak terselesaikan dan menyebabkan komunikasi berjalan tidak lancar, pasangan suami istri biasanya merasa tidak puas. Masalah-masalah baru pun akan bermunculan bila ketidakpuasan tersebut tidak diungkapkan.

Tahun kedua pernikahan dan selanjutnya peran suami istri berganti menjadi orangtua, seiring lahirnya anak pertama. Dengan peran baru sebagai orangtua, pasangan harus mempelajari banyak hal, termasuk bagaimana menjadi mitra yang baik dalam membesarkan anak.

Cara Menghadapi: Pada masa ini, watak asli pasangan mulai muncul. Meski telah melalui proses pacaran, pernikahan selalu diawali dengan kejutan-kejutan kecil seputar sifat atau kebiasaan pasangan. Setiap pasangan seharusnya saling memahami kondisi ini. Mereka juga dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk saling mengenal lebih dalam lagi, baik secara fisik, emosi, kebiasaan, minat, hobi, dan lain-lain.

Soal cara mendidik anak, latar belakang keluarga yang berbeda, umumnya, berdampak pada pola pengasuhan anak. Diperlukan kebesaran hati untuk bisa memadukan kedua pola asuh yang berbeda atau merumuskan sendiri pola asuh yang pas. Masalah keuangan pun demikian. Karena urusan keuangan sangat sensitif, pembagian peran dalam keuangan keluarga harus jelas sejak awal pernikahan.

Di Atas 20 Tahun
Masa rentan yang dihadapi pada usia pernikahan di atas 20 tahun lebih disebabkan oleh toleransi yang sudah mulai berkurang. Perpisahan pada masa ini, biasanya, karena memang sudah ada masalah pada awal pernikahan namun mereka memilih bertahan dengan berbagai alasan normatif, misalnya: takut mengecewakan keluarga atau dicemooh masyarakat. Namun, alasan yang paling klasik adalah anak-anak. Akhirnya, ketika anak-anak sudah jalan cukup dewasa dan mandiri, jalan perpisahan pun diambil.

Kasus lain yang saat ini juga banyak adalah karena pasangan bermain api dengan orang lain. Hal itu terjadi karena tingkat kejenuhan yang sudah akut. Selama berpuluh-puluh tahun, Anda dan pasangan menjalani hidup berdua tanpa variasi. Di samping itu, usia tua memang biasanya membuat seseorang menjadi lebih sensitif. Sikap sensitif tersebut bisa berwujud rasa terabaikan atau merasa tidak dihargai lagi. Hal ini membuat pasangan menajdi tidak tahan serta frustasi dan memilih untuk berpisah.

Cara Menghadapi: Saat akan memasuki masa ini, ajaklah pasangan untuk berbicara dari hati ke hati. Tanyakan bagaimana perasaan dan gairah cinta mereka. Bila sudah merasa hambar, Anda dan pasangan harus mendiskusikan cara untuk menghidupkan kembali api cinta kalian. Definisikan kembali tujuan pernikahan Anda. Kemukakanlah hal-hal yang paling disukai dan dibenci dari masing-masing pasangan. Kemudian, berintrospeksilah dan perbaiki diri sesuai harapan masing-masing.

Tanyakan juga padanya kekecewaan yang selama ini dirasakannya dan perubahan apa yang paling diinginkannya dari diri Anda. Dengarkanlah tanpa harus bersikap reaktif. Pahami pola pikirnya dan ekspresikan rasa empati Anda. Dengan begitu, pasangan akan bersikap sama dan rumah tangga yang hambar akan kembali hidup.

Bantuan Pihak Ketiga
Meski usia pernikahan saat ini tidak termasuk yang rentan masalah, bukan berarti Anda "bebas" dari masalah. Sudah pasti setiap rumah tangga mempunyai konflik. Yang perlu dicatat, konflik atau masalah itu harus dihadapi. Bila Anda menghindari konflik atau berpura-pura tidak terjadi apa-apa, hal tersebut hanya akan membuat "api dalam sekam". Bila dirasa perlu, Anda boleh menggunakan pihak ketiga, yaitu orangtua, mertua, pemuka agama, atau konsultan pernikahan.

Selain itu, tak ada salahnya bila Anda dan pasangan bertukar pikiran pada orangtua atau pasangan yang berhasil membina rumah tangganya. Tanyakan dan pelajarilah resep pernikahan mereka sehingga dapat bertahan lama.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/23/09432140/usia-usia.pernikahan.rentan.masalah

Orgasme Tak Cuma Membakar Kalori



Satu di antara tanda disfungsi seksual pada perempuan adalah kesulitan
mencapai titik orgasme. Padahal orgasme sangat baik untuk tubuh dan kesehatan.

Menurut JAMA (the Journal of the American Medical Association), 43 persen perempuan Amerika menderita disfungsi seksual. Dan mereka cenderung menyalahkan diri sendiri karena tidak mampu orgasme.

Jika Anda punya masalah serupa, hentikan menyalahkan diri sendiri. Temukan solusinya, dan kenali manfaat orgasme untuk membantu Anda mendapatkan titik kepuasan dalam hubungan intim dengan pasangan.

Solusinya
* Sesekali manfaatkan kesendirian Anda untuk mencoba stimulasi dengan masturbasi. Dengan cara ini Anda bisa mencari tahu pada titik mana atau apa yang bisa membuat Anda bergairah.
* Komunikasi dengan pasangan saat sedang bermesraan. Jangan sungkan mengungkapkan apa yang Anda inginkan atau butuhkan dalam hubungan intim.
* Umumnya perempuan terangsang saat klitoris mulai distimulasi oleh pasangan. Jika Anda sudah mulai merasa mencapai titik orgasme, kapanpun itu, bahkan ketika masih dalam tahap stimulasi, katakan saja pada pasangan.

Manfaat orgasme
Meredakan ketegangan saraf
Saat berhubungan seks, denyut jantung berdebar cepat, aliran darah meninggi, otot menegang, yang berujung pada perasaan rileks yang ditandai dengan orgasme. Proses ini mampu meredakan ketegangan dalam sistem saraf.

Membuat tidur lebih nyenyak
Orgasme pada lelaki diikuti dengan penurunan tekanan darah yang cepat, kemudian relaksasi. Sedangkan bagi perempuan, orgasme berdampak setingkat lebih progresif namun tak kalah penting. Orgasme seperti obat penenang. Pelepasan endorfin yang sempurna membuat efek tenang yang luar biasa. Jika sudah begini, masalah tidur bisa terobati bukan?

Mengurangi kebiasaan ngemil
Aktivitas seksual memicu produksi phenetylamine, yakni sejenis amphetamine alami yang mampu mengontrol selera makan. Dengan begitu, kebiasaan makan makanan cepat saji atau bahkan rokok sekalipun bisa berkurang atau bahkan hilang dengan hubungan seksual yang mencapai orgasme.

Membakar kalori
Bukankah urusan membakar kalori dalam rangka diet menjadi urusan nomor wahid banyak perempuan? Hubungan intim dengan mencapai orgasme mampu membakar kalori, sama seperti Anda berolahraga, misalkan dengan beberapa kali putaran renang misalnya.

Bekerja sebagai pengatur rasa sakit yang natural
Pernahkah Anda berada dalam kondisi melupakan penyakit langganan Anda, seperti sakit kepala atau lainnya, saat berhubungan intim? Ternyata hal ini bukan hanya efek psikologis karena Anda sedang bercinta. Endorphin (senyawa alami mirip dengan morphin) dilepaskan dari dalam tubuh saat bercinta. Senyawa ini mampu meningkatkan toleransi tubuh atas rasa sakit hingga mencapai 70 persen selama orgasme. Tentunya hal ini bisa bervariasi pada setiap orang.

Orgasme memang persoalan personal. Apa pun yang membuat Anda merasa bahagia, hidup, luar biasa, dan begitu pun dalam hubungan dengan pasangan, itulah inti dari orgasme yang sebenarnya. Jikapun bisa membakar kalori atau lainnya, bukankah positif untuk tubuh Anda?

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/23/15265745/orgasme.tak.cuma.membakar.kalori

Impotensi pada Perempuan


Impotensi tak hanya terjadi pada lelaki. Perempuan pun bisa mengalami
disfungsi seksual, yakni ketidakmampuan untuk mendapatkan gairah seksual, menikmati seks, terangsang, dan atau mencapai orgasme.

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari perubahan hormonal hingga stres secara emosional. Dengan kata lain penyebabnya bisa berupa gangguan fisik maupun emosi.

Penyebab lain juga terkait dengan menopouse. Pada masa ini kadar estrogen menurun dan banyak perempuan mengalami liang vagina yang kering, dinding vagina dan uretra (saluran kencing) juga mulai menipis.

Kondisi ini menyebabkan rasa sakit saat bersetubuh (intercourse). Banyak juga perempuan yang menderita resiko infeksi saluran urine. Hal ini menimbulkan ketakutan dan kecemasan pada perempuan.

Sebagian besar perempuan hanya bisa mencapai titik orgasme melalui stimulasi klitoris. Kaitannya dengan ini, perempuan cenderung sungkan untuk mengkomunikasikan keinginan ataupun kebutuhan seksualnya kepada pasangan. Faktor ini turut menyebabkan disfungsi seksual perempuan.

Lebih mengkhawatirkan lagi, disfungsi seksual disebabkan karena faktor stimulasi mental. Artinya, perempuan merasa tidak puas dengan pasangannya karena menurunnya libido terhadap pasangan. Secara gamblang, si perempuan merasa pasangannya tidak memiliki daya tarik seksual yang bisa membuatnya bergairah.

Jika sudah pada tahap ini, sebaiknya cermati kembali apakah perempuan pernah mengalami kekerasan fisik, masalah seputar seksualitas yang tak terpecahkan. Latar belakang masalah tersebut membuat perempuan menjadi impoten.

Bagaimana pun, masih ada jalan keluar untuk mengatasi impotensi perempuan. Konsultasikan kepada dokter untuk bisa membantu menganalisa alasan internal dan eksternal sebab terjadinya disfungsi seksual pada perempuan.

Jika faktor penyebabnya adalah menopouse, perawatannya dengan meningkatkan kadar estrogen pada vagina melalui pengobatan tertentu. Konsultasikan juga obat-obatan yang sedang dikonsumsi, karena beberapa obat bisa mempengaruhi kemampuan orgasme, atau bisa menyebabkan disfungsi seksual. Selama penyebab impotensi masih bisa diidentifikasikan, disfungsi seksual perempuan masih bisa disembuhkan. Konseling pasangan menjadi cara lain yang cukup efektif untuk mengatasi masalah ini.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/23/1733501/impotensi.pada.perempuan

Masturbasi Juga Dilakukan Perempuan Menikah


Menghabiskan waktu selama delapan jam setiap hari memikirkan dan membicarakan seks? Ini bukan sesuatu yang tidak normal karena memang itulah tugas Debby Herbenick sebagai profesor dan pengajar bidang seks di Kinsey Institute dan Indiana University di Bloomington. Apa hasil penemuannya yang amat mengejutkan? Berapa banyak kesalahpahaman seksual yang ada dalam benak rata-rata perempuan? Inilah empat di antaranya:

Mitos 1: Pria tidak bisa berbuat orgasme palsu. ''Tentu saja mereka bisa dan mereka melakukan hal itu,'' tuturnya. Penelitian dari Kansas University menunjukkan, 25 persen pria mengaku bahwa mereka sering berpura-pura orgasme, bahkan sebagian saat melakukan seks oral. Memang tidak ada pria yang bisa memalsukan cairan sperma hasil ejakulasi. Namun, mereka bisa menirukan desahan dan gerakan-gerakan tubuh mereka saat berhubungan intim. Tapi, ngomong-ngomong, kenapa ya mereka melakukan itu?

Mereka juga seperti kita. Terkadang mereka merasa lelah, tertekan, dan memiliki kesulitan dalam mencapai klimaks. Namun, mereka juga ingin pasangan mereka bahagia dan mendapatkan kepuasan.

Mitos 2: Seks oral 100 persen aman. ''Penyebaran virus HIV lewat seks oral memang jarang. Namun, lewat mulut inilah penyakit kelamin lainnya bisa menulari Anda, seperti penyakit kencing nanah (gonorrhea) dan herpes,'' jelas Herbenick. Penelitian juga membuktikan bahwa perempuan yang sudah melakukan seks oral terhadap lebih dari 6 pria (pasangannya) amat rentan terkena penyakit menular seksual. Mereka juga bisa terkena penyakit kanker mulut yang disebabkan oleh infeksi dari human papilloma virus (HPV, virus yang menyebabkan kanker leher rahim). Adakah cara yang aman untuk melakukannya?

Minta pasangan mengenakan kondom (itu gunanya kondom aneka rasa, bukan?).

Mitos 3: Anda tidak bisa berhubungan seks saat hamil besar. ''Kecuali saat dokter Anda mengatakan kehamilan Anda berisiko,'' kata Herbenick, "Anda tetap bisa melakukan hubungan intim hingga menjelang kelahiran." Faktanya, penelitian membuktikan bahwa seks rutin bisa menurunkan angka risiko kelahiran prematur. Beberapa perempuan bahkan bisa mencapai orgasme saat hamil. Posisi adalah kuncinya. Cara yang aman dan nyaman adalah posisi sendok garpu ataupun perempuan di atas.

Mitos 4: Perempuan hanya bermasturbasi saat masih lajang. Tidak benar! Penelitian terakhir membuktikan bahwa lebih dari 40 persen perempuan yang sudah menikah melakukan masturbasi minimal satu kali dalam sebulan. Dan, ini berita baiknya: perempuan yang suka bermasturbasi lebih puas melakukan hubungan seks dengan pasangan ketimbang yang tidak melakukan.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/25/08271942/masturbasi.juga.dilakukan.perempuan.menikah

Vibrator Bikin Susah Mencapai Klimaks


Sejak bercerai, saya menggunakan vibrator untuk memuaskan diri saya sendiri. Sekarang, setelah menikah lagi, saya jadi susah mencapai klimaks. Bagaimana caranya supaya saya bisa merasa terangsang dengan sentuhan langsung, suami saya ini?" (Surat dari Icha, bukan nama sebenarnya)

Menurut Lou Paget, pakar seks yang juga penulis buku How to be A Great Lover dan Orgasms, jika Anda hanya mengandalkan vibrator untuk memberikan sensasi yang intens pada tubuh, maka semakin sulit Anda "terbangun" oleh sentuhan jari atau lidah pasangan Anda. Suami akan sulit bersaing dengan vibrator yang menjadi andalan Anda ini.

"Sebaiknya Anda memulai dengan mengurangi pemakaian vibrator," saran Paget. "Selanjutnya, mulailah untuk mengeksplorasi diri dengan jari-jari tangan Anda. Anda harus tahu apa yang terasa menyenangkan untuk Anda supaya Anda dapat membimbing pasangan melakukan hal yang sama untuk Anda," tambahnya.

Jika Anda sudah nyaman saat melakukannya, maka Paget menyarankan lebih lanjut agar Anda mendemonstrasikan kepada suami tentang bagaimana cara menyentuh yang Anda sukai, atau Anda bisa mengarahkan jari-jarinya untuk menelusuri tubuh Anda.

"Punya pasangan baru itu sebenarnya menyenangkan karena Anda dan pasangan masih belajar untuk menemukan sentuhan yang disukai, baik oleh Anda maupun pasangan. Jadi, selalu ada waktu untuk mengeksplorasi," katanya.

Namun, sadari bahwa ini adalah suatu momen untuk mengenali dan mempelajari pasangan sehingga Anda tak perlu kecewa jika tubuh Anda tidak bereaksi seperti apa yang Anda lakukan kepada pasangan. Hal ini mungkin butuh waktu, dan Anda sebaiknya menikmati saja tahap ini. Bahkan, Paget mengatakan tak perlu menyingkirkan vibrator itu sama sekali. Anda juga bisa membawanya ke kamar, dan meminta pasangan untuk membantu Anda mencapai orgasme menggunakan alat tersebut.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/25/14354975/vibrator.bikin.susah.mencapai.klimaks