Senin, 01 Februari 2010

Pria Ingin Bra dan Panty Anda Matching


Counter pakaian dalam di department store umumnya menyediakan 1 set bra dan celana dalam (CD). Namun ternyata tidak semua perempuan memakai bra dan CD yang matching. Bisa saja bra yang dipakai dari merek terkenal, CD-nya merek abal-abal. Warna dan motifnya pun belum tentu sinkron. Bagi mereka, yang penting keduanya nyaman dipakai.

Ambil contoh Dede Ayu (31), yang mengaku tidak punya satu pun bra dan panty yang matching. "Soalnya kadang kalau beli, CD-nya enak dipakai, tapi bra-nya enggak. Atau sebaliknya," tutur karyawan sebuah perusahaan penerbitan ini.

Bagi perempuan yang lain, memakai bra dan CD yang matching justru suatu keharusan, atau setidaknya, selalu diusahakan matching. "Enggak pede kalau bra dan panty-nya belang-belonteng. Biasanya kalau beli bra saya tanya dulu ke counter pakaian dalamnya, ada CD-nya enggak? Kalau enggak ada, saya mencari bra lain yang ada pasangannya. Yang prioritas sih, bra-nya," seru Cynthia Dewi (31), seorang sekretaris.

Meskipun bra dan panty tentunya tidak terlihat saat Anda mengenakan pakaian lengkap, namun sebagian perempuan merasa hal tersebut mempengaruhi kenyamanan. "Walaupun dari luar enggak kelihatan, tapi di hati terasa nyaman. Jadi nambah pede aja," tukas Erika (29), staf marketing. "Tapi itu sugesti juga kali, ya?"

Ia sendiri sebenarnya tidak selalu mengenakan pasangan yang matching. Setelan yang 1 set dipakainya untuk acara tertentu, seperti menghadapi resepsi perkawinan, meeting, atau jalan-jalan resmi.

Bikin turn-on
Bagi Angel (38, bukan nama sebenarnya), serasi atau tidak tergantung apakah ia sedang memiliki pasangan saat itu. "Kalau ada yang lihat, pakai yang matching. Kalau lagi jomblo, asal! Hahaha..." serunya, sambil menambahkan bahwa serasi tidak selalu harus satu set, asal sesuai warnanya saja. "Tapi kadang-kadang juga untuk menyenangkan diri sendiri, kok."

Penuturan Cynthia, Erika, dan Angel, membenarkan anggapan bahwa perempuan seringkali juga berdandan untuk kepuasan dirinya sendiri. Namun pada momen-momen tertentu, mereka tak menyangkal berdandan untuk pasangannya. Tak terkecuali urusan memakai bra dan CD yang serasi. Mari kita tanya bagaimana pendapat para pria.

Sepengetahuan mereka, para pria ini, setiap bra pasti memiliki panty yang senada, atau menjadi pasangannya. Maka ketika ada perempuan yang tidak memakai pakaian dalam yang matching, "We just don't get it," ujar mereka.

Apakah mereka jadi ilfil jika mendapati pasangannya memakai pakaian dalam yang belang-belonteng seperti kata Cynthia?

"Agak, sih. Cowok itu kan biasanya mau lihat bodi ceweknya sempurna, termasuk dari cara memakai lingerie atau semacamnya. Nah, kalau enggak match kan bikin ada yang kurang enak dilihat aja," ujar Addie (38), karyawan sebuah bank asing.

Meskipun begitu, berkurangnya "rasa" tersebut sebenarnya tidak mempengaruhi umumnya penilaian pria terhadap pasangannya. Namun mendapati bahwa pasangan memakai bra dan CD yang serasi adalah sesuatu yang menyenangkan. Bagi Satrio (36), hal tersebut bisa makin membangkitkan keinginannya untuk making love.

"Misalnya, waktu saling membelai dan membuka pakaian pasangan satu-satu, ternyata dia lagi pakai yang matching gitu. Pasti tambah pingin," ujar bapak satu anak ini. "Atau, bisa saja tadinya enggak terasa apa-apa. Terus enggak sengaja lihat pasangan pake matching set. Jadinya horny."

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda selalu memakai bra dan panty yang serasi?

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/18/14181093/pria.ingin.bra.dan.panty.anda.matching

Saat Terburuk Kirim SMS


Terlalu sering mengirim pesan singkat atau SMS ternyata bisa mengganggu hubungan bahkan merusaknya. Anda tidak percaya? Cobalah untuk mencegah melakukan hal-hal buruk terjadi dalam hubungan Anda dan si dia, bila Anda mengirim SMS dalam kondisi seperti ini:

1. Saat tak sadar diri atau mabuk
Setelah semalaman berpesta, dan meneguk beberapa gelas alkohol, sebaiknya jauhkan ponsel dari keadaan tak sadarkan diri itu. Situasi yang tak terkendali sangat memungkinkan Anda untuk menulis kata-kata yang tak enak dibaca. Sebaiknya kendalikan diri Anda lebih dahulu sebelum menyampaikan sesuatu kepada si dia.

2. Saat sedang marah
Saat mengganggu ketika Anda menerima pesan singkat penuh nada amarah, seperti, "Kenapa enggak telepon sih?". Hati-hati karena pesan semacam ini menandakan Anda sebagai orang yang gamang dan selalu menuntut. Hindari pesan singkat yang mencirikan sikap temperamental, apalagi Anda baru saja memulai hubungan dengan si dia.

3. Saat Anda sudah terlalu sering SMS-an
Anda mungkin tergoda untuk terus berkomunikasi dengan si dia, saat hubungan memang sedang hangat-hangatnya. Mengirim pesan singkat, selain menelepon, memang cara paling sederhana. Namun, tetap jaga-jaga, sudah berapa kali SMS terkirim hari ini? Bisa saja pesan nakal bagai gayung bersambut bagi dia dan Anda. Namun penting dicatat adalah, para pria tak menyukai info terlalu detail tentang Anda, misalnya bahwa teman Anda membeli pakaian yang sama dengan milik Anda, atau Anda tak kebagian atasan yang sedang didiskon. Hal-hal kecil seperti ini lebih baik Anda share dengan teman-teman perempuan Anda saja.

Sesekali melakukan ketiga hal ini mungkin bisa diterima, tetapi jangan dijadikan kebiasaan, ya!

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/1310286/saat.terburuk.kirim.sms

Seks Sejak Dini Memicu Kanker Serviks


Seperti dilaporkan Kompas.com Senin (18/1/2010) lalu, survei yang dilakukan BKKBN tahun 2008 menyebut 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pra nikah. Dua tahun sebelumnya, survei yang dilakukan Annisa Foundation menemukan bahwa 42,3 persen remaja SMP dan SMA di Cianjur, Jawa Barat, pernah berhubungan seks.

Survei yang dilakukan belakangan ini terhadap sejumlah remaja perempuan juga membuktikan bahwa seks di antara mereka dilakukan tanpa paksaan, dan didasari atas suka sama suka.

''Mereka tidak sadar akan konsekuensi seks di usia muda. Saat usia belasan tahun, rahim masih amat rentan dengan berbagai virus dan kuman. Sehingga human papilloma virus (HPV) yang merupakan cikal bakal kanker serviks bisa masuk dan menyerang mereka,'' papar dr Boy Abidin SpOG, dalam peluncuran kampanye I Know di Club XXI Djakarta Theatre, Senin (18/1/2010) lalu.

Saat ini para remaja putri ini mungkin belum menyadari akibat dari perilaku seks tersebut. Yang mereka khawatirkan mungkin hanya bahwa mereka tidak hamil. Tetapi yang lebih penting diketahui adalah bahwa virus HPV tersebut mungkin akan menjadi kanker 10-20 tahun mendatang. Itulah mengapa kanker serviks bisa terjadi di usia yang amat muda.

''Kalau mereka hamil, konsekuensinya akan berbeda. Mereka mungkin melakukan aborsi. Tetapi ini juga ada akibatnya,'' imbuh dokter yang berpraktek di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading itu.

Aborsi diibaratkan pohon kecil yang dicabut dari tanah tempat tumbuh. Bisa Anda bayangkan apa yang terjadi saat pohon itu dicabut, seperti apa tanah di sekitarnya. Dr Boy mengumpamakan rahim itu adalah tanah.

"Ketika perempuan itu menikah dan ingin hamil, akan sangat sulit, dan bukan tidak mungkin terjadi kemandulan,'' papar Dr Boy. Rahim, menurutnya, sudah cukup kuat untuk menampung bayi pada usia minimal 20 tahun.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/14573564/seks.sejak.dini.memicu.kanker.serviks

Aturan White Lies untuk Si Dia


Terkadang Anda malu saat dia mengenakan dasi kesayangannya yang buluk. Atau terganggu saat ia menggunakan parfum yang baunya bisa membuat pingsan. Harus jujurkah? Anda khawatir bila terlalu jujur, hubungan Anda terancam. Kalau sudah begini, apa yang bisa dilakukan kecuali berbohong demi kebaikannya?

Bohong putih, atau white lies, terkadang perlu dilakukan untuk meningkatkan ego dan rasa percaya diri suami Anda. Apa jawaban Anda untuk situasi tertentu yang Anda hadapi bersama si dia?

1. Kamu keren banget, Sayang! Jika dia bertanya seperti apa penampilannya dalam balutan jas yang sudah lama tidak ia pakai, menyampaikan bahwa ia terlihat hebat tidak ada ruginya buat Anda. Tetapi jika dia masih punya waktu untuk berganti jas, katakan dengan jujur kalau ia harus mengganti.

''Katakan, 'Kamu terlihat tampan dengan jas itu, tapi menurutku warna hitam lebih cocok untukmu'. Dan jangan lupa berikan senyuman sambil berkomentar,'' tutur Laurie Puhn, pakar hubungan dan penulis buku Instant Persuasion: How to Change Your Words to Change Your Life.

2. ML sama kamu itu paling menyenangkan buatku. ''Kalau saya sih, berusaha untuk tidak pernah berbohong tentang seks,'' tutur Alisa Bowman, blogger di ProjectHappilyEverAfter.com. Menurutnya memang sulit untuk tetap tertarik secara fisik pada orang yang telah Anda nikahi bertahun-tahun. Sebagian besar pria tidak ingin tahu seperti apa kehidupan seks Anda dulu. Selain itu tidak ada salahnya berfantasi bahwa kehidupan seks Anda amat menggairahkan dengannya.

3. Keluargamu asyik banget! ''Hal ini bisa menjadi kebohongan yang paling ampuh, karena Anda memang ingin mewujudkannya,'' tutur Puhn. Pada dasarnya, tidak ada keluarga yang sempurna. Namun Anda bisa berfokus pada hal-hal baik yang Anda temukan pada kehidupan keluarganya. Misalnya, mertua Anda telaten dalam mengasuh cucu-cucunya. Namun jika ada hal yang memang mengganggu Anda, sampaikan baik-baik pada suami Anda.

4. Kamu yang paling cakep di sini. ''Tapi jangan lupa tambahkan dua kata ini, yakni 'buat aku'," jelas Puhn. Kebohongan putih, atau mengatakan kebenaran sesungguhnya, akan memberikan kesempatan bagi kehidupan pernikahan Anda jadi lebih bergairah. Selain itu itu, hal-hal baik akan terjadi jika Anda memberikan penghargaan bagi orang yang Anda sayangi. Ia akan menjadi seperti yang Anda katakan.

5. Aku sampai orgasme semalam! Berbohong bahwa Anda berhasil mencapai orgasme pastilah menyakitkan untuk Anda. Namun sebaiknya Anda mengatakan apa yang bisa membuat Anda merasa lebih baik dalam melakukan seks. Bahwa Anda ingin berbohong untuk tetap menaikkan egonya, untuk sementara mungkin memang akan membuatnya merasa tersanjung. Tetapi memastikan Anda mendapatkan kepuasan lebih penting daripada memuaskan egonya, lho.

6. Kamu rapi banget, halaman dan garasi jadi bersih. ''Ini merupakan salah satu bentuk kebohongan putih,'' tutur Puhn. Menurutnya, karena pujian itu menunjukkan hal positif, bukan yang negatif. Suami Anda telah menghabiskan waktu berjam-jam di halaman rumah untuk menyapu, menggali, mengubur, atau memotong rumput liar. Mungkin hasilnya memang tidak sebagus tukang kebun profesional. Tetapi, hargai bahwa ia sudah mengerjakannya.

7. Mengatakan, "Enggak apa-apa, kok", padahal jelas Anda tidak seperti itu. Mungkin ia melupakan ulang tahun pernikahan Anda berdua, atau lupa membelikan makanan pesanan Anda. ''Anda sedang mengujinya, dan berharap kalau ia bisa membaca pikiran Anda,'' ujar Puhn. Sadarlah, bahwa laki-laki tidak punya keahlian membaca pikiran Anda. Kebanyakan dari mereka mau melakukan apa yang Anda inginkan, tapi mereka tidak tahu yang Anda inginkan. Jadi, katakan saja dengan jelas maksud Anda. Beres.

8. Oh, mantanku yang ada di Facebook? Aku udah ilfil kok, sama dia. Pertanyaannya adalah: Apakah Anda memang memiliki perasaan mendalam terhadap teman kantor atau seseorang di Facebook? Jujur pada diri sendiri lebih penting daripada memberanikan diri mengaku pada suami bahwa Anda sempat mengirimkan SMS-SMS mesra untuk si mantan. Sebab, affair secara emosional itu bisa jadi amat berbahaya.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/18041340/aturan.white.lies.untuk.si.dia

Mengubah Status Teman Menjadi Pacar


Mengubah hubungan pertemanan menjadi romantisme memang bukan perkara mudah. Apalagi jika Anda dan si dia sudah merasa nyaman sebagai teman dekat.

Namun, perasaan tidak bisa dibohongi. Ketika sudah muncul kekaguman lebih, dan keinginan untuk memiliki hubungan yang tak sekadar teman, bagaimana cara paling aman untuk mengatakannya?

Pastinya, Anda harus menyampaikan perasaan Anda dengan jujur. Jika tidak, sikap Anda terhadap pria ini menjadi canggung. Niat Anda menjadikannya kekasih pun tak kesampaian. Ada tiga cara untuk mengatakannya:

1. Katakan terus terang apa adanya
Ini adalah cara paling sederhana, dan Anda bisa langsung menemukan jawaban apakah si dia berpikir sama. Resikonya memang lebih tinggi. Akan menjadi melegakan jika ternyata si dia punya perasaan yang sama. Jika tidak, wajar saja jika Anda kecewa bahkan malu dan menjadi tidak nyaman dengan kelanjutan pertemanan Anda. Meski begitu, pemilihan waktu yang tepat bisa menjadi strategi jitu untuk cara ini. Cari waktu tepat, jangan terlalu lama menunggu namun
juga jangan terburu-buru. Gunakan intuisi Anda!


2. Menghilang beberapa saat
Jika cara pertama tak berhasil, atau tidak tepat untuk Anda, cara yang ini boleh dibilang lebih aman. Menghilanglah dari pergaulan beberapa saat. Si dia bisa jadi merindukan Anda, dan begitu Anda kembali, dia akan lebih agresif mendekati. Jika ternyata si dia bersikap biasa saja, Anda sudah bisa menebak apa jawabannya, bukan? Bisa jadi Anda hanya dianggap teman biasa olehnya.

Cara ini dikategorikan sebagai permainan, dan bagi sebagian orang permainan macam ini tak menarik. Si dia bisa saja merasa aneh dengan kepergian Anda yang tiba-tiba dan seperti disengaja. Tujuan Anda mengambil hatinya justru berbalik membuatnya tak lagi menaruh perhatian pada Anda. Sebelum memutuskan untuk menghilang, sebaiknya kenali dulu karakternya.

3. Lebih sering jalan bareng, berdua saja
Biasanya, Anda jalan bareng dengan sekumpulan teman-teman dan si dia. Kali ini, cari waktu berdua. Cara ini lebih natural, jujur, dan lebih aman untuk memulai pendekatan. Anda bisa lebih leluasa mengenal si dia. Cara ini memungkinkan untuk memunculkan percikan kecil yang bisa saja terjadi jika ternyata si dia menyimpan rasa yang sama. Misalkan kecupan kecil di kening atau pipi Anda misalnya. Nah, ini menjadi pertanda positif bukan?

Jika setelah jalan berdua hasilnya si dia biasa saja, dan ternyata justru mulai menjauh, Anda bisa memastikan bahwa ia tidak ingin serius dengan Anda. Dia lebih memilih menjadi teman daripada pacar.

Dari sini Anda bisa menilai, cara mana yang paling mungkin bisa dilakukan untuk mencari jawaban dari si Dia.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/19/19263218/mengubah.status.teman.menjadi.pacar

Pria: "Kami Bukan Takut Berkomitmen, Tapi...."


Secantik dan seseksi apa pun perempuan-perempuan yang pernah menjalin cinta dengannya, George Clooney hingga kini belum juga bertekuk lutut dan mengakhiri masa lajang. Menurut sejumlah pakar hubungan, Mr. Clooney -seperti juga banyak pria lainnya, kelewat serius menyikapi arti sebuah komitmen pernikahan. Akibatnya, ia justru jadi paranoid dan menghindari segala hal yang terkait dengan komitmen seumur hidup tersebut. Benarkah pria seperti itu?

Cemas Menghadapi Kata "Selamanya"
Normalnya, di dunia ini tidak ada orang yang berniat menikah hanya untuk sementara waktu saja. Apa pun yang akan terjadi di kemudian hari, ketika menikah, semua pasangan suami istri pasti berjanji akan saling mendampingi seumur hidup, alias selama-lamanya.

Selamanya? Itu berarti Anda akan tinggal bareng degan orang yang sama selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, hingga salah satu dari Anda menyelesaikan "kontrak hidup" di dunia ini. Wajah yang menghantar Anda tidur di malam hari dan bangun tidur setiap hari adalah wajah yang itu-itu juga. Anda pun mesti berbagi segala-galanya dengan pasangan, selama Anda berdua masih tinggal di bawah satu atap.

Menurut Carl Weisman, penulis buku So Why Have You Never Been Married? Pernyataan "hidup berdua selamanya" itu seringkali membuat pria jengah ketika diajak membawa hubungan pacaran ke jenjang yang lebih serius. Pada saat kaum Hawa melayang dimabuk cinta dan tidak memusingkan definisi kata "selamanya", kaum Adam justru sebaliknya. Kecenderungan berpikir secara logis membuat mereka mencacah arti kata "selamanya" ke dalam hitungan tahun atau bahkan hari, dan membayangkan apakah dirinya mampu bertahan selama jangka waktu tersebut untuk mendampingi satu orang yang sama.

Lebih Takut Perceraian Daripada Pernikahan
Mengapa begitu cemas menghadapi kata "selamanya"? Hal ini tak lain karena seorang pria--yang terbiasa berpikir secara rasional, amat menyadari risiko yang dihadapi oleh sebuah pernikahan. Yaitu, ancaman perceraian, "Menurut sebagian besar pria lajang yang saya teliti, perceraian adalah salah satu alasan mereka takut membina pernikahan. Jadi, sama sekali bukan pernikahannya itu sendiri," ujar Weisman.

Kok, belum apa-apa sudah takut akan bercerai? Kata Weisman, para pria yang ditelitinya menyadari bahwa di dunia ini setiap orang pasti berkembang dari waktu ke waktu. "Perkembangan itu pada akhirnya akan membuat diri seseorang berubah. Nah, para pria ini tidak yakin bahwa perubahan-perubahan yang terjadi pada diri suami maupun istri akan tetap membuat mereka cocok untuk terus hidup bersama dengan satu sama lain," ujarnya.

Keputusan untuk menikah atau tidak, menurut Weisman juga acap kali terkait dengan kesuksesan sorang pria di tempat kerja dan secara finansial. Keberhasilan mengaktualisasi diri di dalam karier akan membuat pria lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan selanjutnya, yaitu komitmen. Pundi-pundi uang yang penuh juga merupakan sebuah jaminan bahwa ia akan mampu menafkahi keluarganya di masa depan.

Bersabar dan Temukan Penyebabnya
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Weisman, jumlah pria berusia 40-44 tahun yang belum pernah menikah hanya 6 persen di tahun 1980. Yang mengejutkan, jumlah itu meroket menjadi 17 persen pada tahun 2000. Artinya, tantangan bagi perempuan zaman sekarang untuk mengajak pasangannya ke pelaminan juga semakin bertambah besar.

Lantas, bagaimana cara terbaik menghadapi pria yang alergi pada komitmen pernikahan? Menurut Weisman, langkah terbaik adalah dengan bertanya dan mencoba memahami apa yang menjadi penyebab pasangan Anda menunda menikah. "Pandanglah situasi ini dari sisi positifnya. Seorang pria yang tidak terlalu gampang memutuskan untuk menikah berarti menganggap pernikahan sebagai suatu hal yang berharga dan amat penting dalam hidupnya," ujarnya.

Tak ada salahnya untuk bersabar dan memberi waktu kepada pasangan Anda untuk berpikir ulang apakah akan tetap menunda pernikahan atau tidak. Sementara itu, lebih baik Anda mengisi waktu dengan melakukan berbagai hal yang mampu meningkatkan kualitas diri Anda sebagai seorang pribadi. Pasalnya, sebagian besar pria lajang yang diteliti oleh Weisman menyatakan akan mengakhiri masa lajangnya apabila telah menemukan pasangan yang tepat.

Makanya, ketimbang bete menanti kekasih mengubah pikiran, lebih baik Anda bersikap proaktif dan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk menjadikan diri Anda seorang "wife material". Kalaupun bukan si dia yang menyambar kesempatan untuk mengajak Anda ke pelaminan, di luar sana akan selalu ada pria yang bersedia membuka hatinya bagi Anda.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/20/12513264/pria.kami.bukan.takut.berkomitmen.tapi....

Mengajak Suami Nonton Film Porno


Saya tidak suka kalau suami diam-diam nonton video porno. Saya lebih suka menontonnya berdua. Bagaimana ya, caranya supaya ia mau mencoba nonton film biru dengan saya?" (Surat dari Jenny, 33 tahun)

Anda pasti sudah pernah mendengar, bahwa pria menikmati pornografi sama seperti wanita menikmati halaman mode di majalah fashion. Tetapi, film porno kan bisa dinikmati bersama sebagai pasangan? Siapa tahu nanti ada ide untuk mencoba posisi tertentu?

"Kebanyakan pria memang senang mencoba sesuatu yang mereka tahu bisa merangsang pasangannya," ujar Lou Paget, penulis The Great Lover Playbook. "Sampaikan hal ini sebelum Anda berdua masuk ke kamar tidur. Katanya, 'Aku ingin sedikit bereksperimen malam ini. Aku enggak suka kalau kamu nonton film porno sendirian, soalnya... (katakan alasan Anda). Kenapa kita enggak nonton bareng aja?'."

Cara ini, menurut Paget, tidak jauh berbeda dengan ketika Anda berdiskusi dengan suami untuk mencari tempat yang enak untuk makan, atau saat ingin membeli mobil baru. Justru di sinilah kesempatan untuk berkomunikasi dan menemukan sesuatu yang baru sebagai pasangan.

Tentunya, Anda bisa mencari film dengan plot yang cukup menarik. Dari situ Anda tetap akan menemukan bintang yang bertubuh indah, namun dengan skenario yang cukup terjaga dan plot yang berkembang. Film yang tidak ada konsep cerita atau dialog, dan hanya menonjolkan adegan-adegan panas, tidak akan memberikan "sesuatu" untuk Anda.

"Kemudian duduklah bersama suami di tempat tidur, pangku laptop Anda, lalu cari film yang Anda inginkan, dan komunikasikan apa yang Anda sukai," ujar Paget.

Mengenai kebiasaan suami "bersolo karir", Anda mungkin perlu mencoba untuk menerimanya, atau, setidaknya mentoleransinya selama hal itu tidak mengacaukan hidupnya dan hidup Anda.

"Hal ini merupakan satu contoh tindakan seksual pribadi yang dihadapi sebagian orang, meskipun mereka mempunyai hubungan yang bahagia bersama pasangannya," tambah Paget. "Anda juga bisa menikmatinya selama pornografi dijadikan aktivitas berdua bersama suami."

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/20/11310199/mengajak.suami.nonton.film.porno