Sejak bercerai, saya menggunakan vibrator untuk memuaskan diri saya sendiri. Sekarang, setelah menikah lagi, saya jadi susah mencapai klimaks. Bagaimana caranya supaya saya bisa merasa terangsang dengan sentuhan langsung, suami saya ini?" (Surat dari Icha, bukan nama sebenarnya)
Menurut Lou Paget, pakar seks yang juga penulis buku How to be A Great Lover dan Orgasms, jika Anda hanya mengandalkan vibrator untuk memberikan sensasi yang intens pada tubuh, maka semakin sulit Anda "terbangun" oleh sentuhan jari atau lidah pasangan Anda. Suami akan sulit bersaing dengan vibrator yang menjadi andalan Anda ini.
"Sebaiknya Anda memulai dengan mengurangi pemakaian vibrator," saran Paget. "Selanjutnya, mulailah untuk mengeksplorasi diri dengan jari-jari tangan Anda. Anda harus tahu apa yang terasa menyenangkan untuk Anda supaya Anda dapat membimbing pasangan melakukan hal yang sama untuk Anda," tambahnya.
Jika Anda sudah nyaman saat melakukannya, maka Paget menyarankan lebih lanjut agar Anda mendemonstrasikan kepada suami tentang bagaimana cara menyentuh yang Anda sukai, atau Anda bisa mengarahkan jari-jarinya untuk menelusuri tubuh Anda.
"Punya pasangan baru itu sebenarnya menyenangkan karena Anda dan pasangan masih belajar untuk menemukan sentuhan yang disukai, baik oleh Anda maupun pasangan. Jadi, selalu ada waktu untuk mengeksplorasi," katanya.
Namun, sadari bahwa ini adalah suatu momen untuk mengenali dan mempelajari pasangan sehingga Anda tak perlu kecewa jika tubuh Anda tidak bereaksi seperti apa yang Anda lakukan kepada pasangan. Hal ini mungkin butuh waktu, dan Anda sebaiknya menikmati saja tahap ini. Bahkan, Paget mengatakan tak perlu menyingkirkan vibrator itu sama sekali. Anda juga bisa membawanya ke kamar, dan meminta pasangan untuk membantu Anda mencapai orgasme menggunakan alat tersebut.
Senin, 01 Februari 2010
Vibrator Bikin Susah Mencapai Klimaks
Kenapa Si Dia Tak Juga Mengajak Menikah?
Betulkah semua pria yang belum menikah di usianya yang matang disebabkan ketakutannya pada komitmen? Jangan terlalu percaya. Mungkin beberapa hal di bawah ini merupakan salah satu penyebabnya.
1. Pernikahan orangtuanya tidak berjalan mulus. Pernikahan orangtua kita seringkali menjadi pegangan atau tolok ukur untuk melakukan hal yang sama. Jika pernikahan orangtuanya tak berjalan dengan harmonis (meskipun tak sampai bercerai), kemungkinan besar ia akan terus terbayang dengan pertengkaran dan keributan yang terus terjadi pada kedua orangtuanya. Jadi meskipun mencintai seseorang, si dia akan terus menghindar dari pembicaraan soal pernikahan.
2. Fokus dalam karier. Beberapa pria menempatkan karier di atas segalanya, sama seperti perempuan menempatkan hubungan sebagai prioritas utama. Maka bila si dia termasuk tipe ini, jangan harap ia akan segera mengajak Anda menikah. ''Kebanyakan pria ingin memiliki karier yang cemerlang, dan aman secara finansial, sebelum mereka mencari istri,'' tutur Lisa Daily, penulis How to Date Like a Grown Up.
3. Ia takut jadi bosan. Menikah bagi mereka adalah hidup bersama dengan wanita yang itu-itu saja selama 25 tahun lebih. Anda mungkin akan mengatakan, cinta dan kemesraan perlu dipupuk agar hubungan tetap hangat. Namun, konsep ini terlalu besar buatnya. Bisa jadi keengganannya untuk segera menikah juga disebabkan ia belum menemukan wanita yang mampu membuatnya ingin menikah.
4. Ia merasa pernikahan hanya pemborosan. Kebanyakan pria menganggap pernikahan adalah sebuah ajang untuk pamer. Sangat tidak menyenangkan bagi mereka mendengar pasangan merisaukan warna taplak meja yang dianggapnya norak. Pria tidak bisa mengerti mengapa hal semacam itu menjadi begitu penting. Apakah pernikahan hanyalah tentang pesta, bagaimana komentar tamu mengenai kehidupan mereka, atau dia sebagai pasangan?
5. Dia tidak siap jadi ayah. Menikah, lalu punya anak, sudah menjadi "garis hidup" siapa saja. Soal menikah, boleh lah. Tetapi punya anak? Membayangkan harus mengganti popok tengah malam, kehilangan waktu nongkrong-nongkrong di akhir pekan, atau mendengarkan tangisan dan pertengkaran yang tak ada habisnya, akan sangat menakutkan bagi mereka. Mereka belum siap secara fisik dan mental. No, thanks.
6. Dia belum mau kehilangan kesempatan untuk menggoda wanita lain. Mungkin Anda adalah satu-satunya bagi mereka, namun masih sangat sulit bagi mereka untuk tidak jalan-jalan berdua saja dengan perempuan lain. Dalam benak mereka, Anda lah orang yang akan tidur bersamanya selama sisa hidupnya.
7. Ia takut ambisi dan cita-citanya tidak tercapai. Mereka takut mimpi mereka memiliki rumah dan mobil mewah bisa pupus mungkin karena banyaknya penghasilan yang harus disisihkan untuk keperluan rumah tangga dan anak-anak.
8. Ia takut pernikahan akan mengubah Anda. Anda pernah mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa, "Seorang wanita menikahi seorang pria mengharapkan pria itu akan berubah, tetapi pria tidak melakukannya. Sedangkan pria menikahi seorang wanita mengharapkan perempuan itu tidak akan berubah, tetapi perempuan ternyata berubah"? Ungkapan ini seringkali memang benar, dan pria tak ingin itu terjadi padanya.Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/26/19271313/kenapa.si.dia.tak.juga.mengajak.menikah
9 Tanda Anda Mengalami KDRT Emosional
Hubungan yang tidak sehat tak hanya bicara soal kekerasan fisik, tetapi juga emosi (psikis), mental, dan finansial (ekonomi). Seringkali tanda-tanda bahaya sudah mulai menonjol, namun tak sedikit korban kekerasan memaklumi tindakan kasar pasangan dengan menerimanya sebagai karakter si kekasih, dan masih memberikan toleransi.
Jika tanda-tanda berikut sudah mulai muncul dalam hubungan, jangan anggap remeh karena hubungan sudah menandakan tak lagi sehat:
Memberi label buruk
Memanggil nama pasangan yang bertendensi menjatuhkan kepercayaan diri, adalah cara yang digunakan dalam kekerasan dalam hubungan. Ucapan verbal seperti gembrot, jelek, bego, atau manja, sama menyakitkannya dengan kekerasan fisik. Kata-kata seperti ini bisa merapuhkan hati lebih dalam.
Tak lagi ada privasi dan cenderung curiga
Dompet, tas, dokumen, komputer, atau ponsel Anda selalu diperiksa tanpa alasan yang jelas. Pasangan juga mengharuskan Anda ditemani orang lain, atau ia harus selalu menemani saat Anda bepergian. Hal tersebut adalah sebagian saja contoh bahwa Anda sudah dalam pemantauan, yang menandakan pasangan penuh curiga, cemburu, dan tak lagi percaya. Anda sudah menjadi korban kekerasan ketika privasi Anda mulai terganggu, semua telepon masuk dipertanyakan, atau Anda tak lagi memiliki kebebasan.
Kontrol penuh terhadap diri Anda
Pasangan menuntut Anda langsung pulang ke rumah usai kerja. Anda harus selalu dijemput atau diantar ke tempat tujuan, dan ini bukan bentuk perhatian, melainkan bentuk kontrol yang tak lagi logis. Ketika pelaku kekerasan selalu perlu tahu keberadaan Anda setiap menit tiap harinya, ini disebabkan ia merasa khawatir kehilangan kekuasaan atas diri Anda. Perasaan terancam ini membuat pasangan semakin mengontrol Anda lebih ketat.
Melarang aktivitas Anda di pergaulan sosial
Percaya tidak, pelaku kekerasan bisa saja tak cuma memutus koneksi Anda dengan teman dan pergaulan sosial, tetapi juga terhadap keluarga. Hal ini merupakan cara pelaku untuk menutup komunikasi Anda dengan orang lain yang bisa mendukung dan membantu Anda. Cara ini dimaksudkan untuk memperlemah Anda.
Mengontrol keuangan Anda
Mengambil alih keuangan Anda, dan membatasi Anda dalam menggunakan akses keuangan, adalah pertanda yang makin mendekatkan korban kepada pelaku. Dengan begitu Anda menjadi bergantung terhadap pasangan dan menyulitkan Anda untuk bergerak. Kalaupun Anda berhasil kabur tanpa uang sekalipun, pelaku kekerasan semacam ini juga akan pergi mencari korban lain.
Memaksa hubungan seksual
Memaksa orang lain melakukan hubungan seksual, meskipun hal itu dilakukan terhadap pasangan sendiri pun, adalah kekerasan seksual. Hubungan intim karena paksaan bisa menimbulkan luka emosi yang paling dalam, melebihi luka fisik.
Mengancam
Ancaman terhadap diri Anda, anak-anak, teman, atau anggota keluarga Anda, adalah kekerasan. Ini adalah bentuk intimidasi untuk memberikan ketakutan dalam diri Anda. Rasa takut dijadikan senjata pelaku kekerasan yang paling ampuh untuk melumpuhkan korban.
Menuduh
Menuduh Anda menggoda pria lain, atau tergoda oleh orang lain lalu pergi berduaan dengannya, menjadi pola perilaku pelaku kekerasan. Tuduhan ini kemudian dijadikan alasan paling tepat baginya untuk memulai perilaku kasar terhadap Anda secara fisik.
Memaksa mengkonsumsi obat terlarang
Membuat Anda bergantung pada obat terlarang adalah cara paling mudah bagi pelaku untuk melakukan kekerasan fisik. Dalam kondisi tak sadarkan diri, Anda tentu tak mampu melawan ketika si pelaku bertindak kasar pada Anda.
Jika satu saja dari sederetan tanda ini sudah mulai Anda temukan dalam diri pasangan, mulai katakan "tidak", dan sudahi hubungan. Bisa jadi tak semudah itu untuk bertindak. Mintalah bantuan teman atau orang terdekat yang bisa Anda percaya, dengan bercerita tentang kondisi Anda. Dukungan dari orang terdekat untuk menguatkan Anda menjadi sangat berperan. Jadi, tentukan sikap!
20% Pria Tak Tahu Tanggal Hari Valentine
Jangan marah-marah dulu bila Anda mengatakan, "Sayang, tanggal 14 Februari nanti kita mau dinner di mana?", dan si dia tak menanggapi Anda. Sebab, banyak juga pria yang ternyata tidak tahu kapan tepatnya hari Valentine dirayakan. Ketika Anda menyebutkan 14 Februari, bisa jadi ia gelagapan karena mengira itu ulangtahun ibu Anda, atau itu tanggal jatuh tempo tagihan kartu kredit Anda.
Hari Valentine memang tidak dianggap istimewa oleh sebagian besar dari kita. Namun hasil survei situs YourTango.com ini mungkin cukup menarik, karena sebanyak 20 persen pria ternyata tidak mengetahui kapan hari Valentine berlangsung.
Survei ini melibatkan 50 pria berusia 24-38 tahun, dimana 21 pria di antaranya telah berpasangan (namun belum menikah). Mayoritas pria (80 persen) tahu bahwa Valentine's Day jatuh pada tanggal 14 Februari, sedangkan 10 persennya selalu lupa apakah tanggal 14 atau 15 Februari. Sedangkan sebanyak 10 persen pria hanya tahu bahwa hari kasih sayang ini jatuh di bulan Februari.
Ketika Anda masih di SMP, menghafal tanggal ini bersama pasangan mungkin merupakan hal terpenting dalam hubungan. Sekarang, Anda mungkin hanya tertawa mengingatnya. Namun jika Anda memang masih mau merayakannya bersama pasangan, lebih baik Anda langsung menyebutkan kata kuncinya, Valentine. Tak usah berputar-putar saat mengatakannya, pria tak akan tahu maksud Anda.
Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/27/16220157/20.pria.tak.tahu.tanggal.hari.valentine9 Hal yang Bikin Pria Ilfil Saat ML
Buat pria, berhubungan seks selalu menyenangkan. Mau di atas, di bawah, di dalam rumah, di luar rumah... intinya seks adalah sesuatu yang pantang ditolak. Namun, jangan lupa bahwa pria juga bisa menjadi sensitif, dan ia bisa merasakan jika Anda malu, pasif, atau bahkan jijik saat berhubungan dengannya. Menurut Amber Madison, terapis seks dan penulis buku Hooking Up: A Girl's All-Out Guide to Sex and Sexuality, menyatakan setidaknya ada 9 hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan di atas ranjang:
1. Anda merabai bokongnya
Pria sangat menyukai ketika Anda memainkan jemari Anda di sekitar bokongnya. Di situlah letak prostat, dan stimulasi pada area tersebut akan memberikan rangsangan seksual yang menyenangkan buat mereka. Tetapi, Anda harus mengatakannya lebih dulu bahwa Anda akan melakukan manuver di area bokong. Bila tanpa memberi komando sebelumnya tangan Anda sudah berkelana di sana, hal itu hanya menyebabkan mereka sangat tidak nyaman.
2. Menyebut soal mantan Anda
Tak ada pria yang mau membayangkan pasangannya tengah bercinta dengan pria lain. Tak peduli setinggi apa pun pujian Anda terhadap si dia (misalnya, "Kamu jauh lebih hebat daripada mantanku!"), namun hal itu tetap menandakan bahwa Anda masih mengingat-ingat saat berhubungan dengan mantan.
3. Langsung menutupi badan usai berhubungan
Ini yang bikin pria paling ilfil: Anda buru-buru menarik selimut buat menutupi badan Anda, atau membalikkan badan saat memakai pakaian dalam, begitu acara bercinta usai dan si dia tergolek kelelahan. Yang ada di pikiran mereka adalah, "Kita baru saja berhubungan intim, dan sekarang kamu merasa risih karena aku melihat payudaramu. Itu aneh sekali!" Seharusnya, jika Anda memang menikmati hubungan seksual tersebut, Anda juga merasa nyaman saat membiarkan ia melihat Anda dalam keadaan telanjang.
4. Memaksa penisnya berdiri
Apa maksudnya? Begini, kadang-kadang, pria tidak akan langsung ereksi maksimal meskipun Anda sudah melancarkan jurus-jurus foreplay andalan Anda. Saat itu Anda sendiri mungkin sudah siap untuk menerima dirinya, tapi tak perlu mengatakan, "Ayo, sekarang dong!" Sebab, si dia mungkin justru belum siap, dan ia tak akan suka karena itu menunjukkan Anda memaksanya untuk segera beraksi. Kalau sudah begini, dia bisa langsung turn off.
5. Ribet dengan tubuh Anda sendiri
Entah itu karena Anda tak sempat ber-bikini wax, pinggul Anda mendadak berselulit, atau kaki Anda belang sepulang kepanasan di Bali, si dia tak akan peduli. Jika ia sudah turn on, ya turn on saja. Anda tak usah berkeluh-kesah seperti, "Aduh, pahaku item nih. Belangnya kelihatan banget, nggak?" Buat pria, ini enggak penting banget.
6. Tidak mengatakan apa yang Anda sukai
Tidak semua pria mengerti apa yang Anda rasakan ia menyentuh tubuh Anda. Ia tidak tahu sisi mana dari tubuh Anda yang paling sensitif, dan ia sebenarnya mengharapkan petunjuk dari Anda. Tetapi ketika Anda tak juga terangsang ketika ia sudah bekerja keras, ia bisa frustrasi. Jika Anda memang belum merasakan titik sensitif Anda tersentuh, katakan saja.
7. Mengandalkan gaya yang itu-itu saja
Bertanyalah pada pasangan, posisi apa yang paling ia sukai, atau sentuhan apa yang tidak mereka nikmati. Jawabannya pasti, "Selama itu tentang seks, apa saja pasti enak!" Kenyataannya tidak begitu. Suatu saat mereka akan menginginkan Anda mencoba posisi baru, atau mengubah rutinitas yang selama ini berlaku. Cobalah memakai pakaian yang lebih seksi, di lokasi yang berbeda, atau mengajaknya mencari buku-buku yang bisa memberi inspirasi. Ia pasti akan menyambut dengan antusias.
8. Merasa jijik dengan apa pun yang terjadi padanya
Anda mungkin tak sadar mengucapkan kata-kata atau menunjukkan ekspresi yang menandakan Anda merasa jijik. Tapi dalam hal ini pria sangat sensitif. Misalnya, Anda tak biasa melakukan seks oral, dan Anda enggan melakukannya. Katakan saja Anda merasa belum nyaman dengan hal tersebut, dan bukannya mengatakan, "Eeeuuuw....!" Coba bayangkan kalau ia yang mengatakan hal tersebut pada Anda?
9. Anda pemalas atau pasif
Hubungan seks kan terjadi karena Anda dan dia menginginkannya. Karena itu, Anda berdua harus sama-sama berusaha. Tidak adil bila ia sendiri yang melayani Anda. Entah Anda memang pemalas, atau Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan, hal itu membuat si dia kesal. Tunjukkan bahwa Anda berhasrat padanya, pamerkan ekspresi Anda saat merasa begitu nikmat, keluarkan suara Anda bila itu memang membuat Anda lebih nyaman, dan beri sentuhan apa pun yang menyenangkan buat dia.
Wanita Sakit Hati karena WIL, Pria karena Seks
Perempuan lebih merasa dikhianati ketika pasangannya punya wanita idaman lain atau WIL, sedangkan pria merasa kecewa karena ketidakpuasan dalam relasi seks. Sederhananya, perempuan menomorsatukan komitmen, sedangkan pria lebih fokus pada seksualitas.
Kaum adam membentengi dirinya dalam relasi seks, dan sikap ini terinternalisasi sepanjang hidupnya. Hal ini dikarenakan pria cenderung tak sepenuhnya meyakini bahwa mereka adalah bapak dari seorang anak. Sementara itu, perempuan mencari pasangan yang siap berkomitmen membangun keluarga.
Jika dibandingkan, bagaimana pria dan wanita merasa aman dan nyaman dalam menjalin hubungan, maka ditemukan fakta bahwa pria menyembunyikan kekhawatirannya dengan berusaha menunjukkan kemandirian dan lebih mementingkan seks. Adapun wanita lebih mengutamakan hubungan emosional. Dari hasil penelitian ini, kaum hawa ternyata memiliki kekuatan mental lebih kuat dibandingkan laki-laki.
Lelaki bisa sangat kecewa dengan pasangan yang tak setia karena kaum adam terobsesi dengan sisi seksualitas dari hubungannya. Kedangkalan berpikir ini terkait dengan ikatan personal yang sangat lemah dalam diri pria. Dengan kata lain, kecemburuan pada pria dibentuk oleh rasa tidak aman secara emosional yang tumbuh dalam diri pria itu sendiri.
Psikolog melihat kemandirian pria semacam ini merupakan strategi yang dibentuk dalam dirinya sebagai proteksi dari kerapuhan mental. Seseorang yang memiliki karakter ini cenderung lebih memfokuskan perhatian pada aspek seksual dalam hubungannya, ketimbang intimasi secara emosi.
Bagaimanapun, baik pria maupun wanita, secara alamiah akan merasa aman dan nyaman dalam hubungannya ketika ada keterikatan kuat di antara keduanya. Tak selamanya pria hanya melihat seksualitas. Pria pun membutuhkan keterikatan emosi dalam menjalin hubungan. Karenanya kepercayaan dan ikatan emosional perlu dibangun lebih kuat antara pria dan wanita dalam menjajaki hubungan.
So, ladies, ini menjadi tantangan kan untuk menumbuhkan rasa percaya pada pasangan Anda? karena pada dasarnya pria membutuhkan kekuatan mental yang tumbuh dalam diri perempuan, berupa emosi dan feminitas, untuk membuatnya merasa aman dalam menjalin hubungan.
12 Kepribadian Erotis
Bagaimana cara Anda bersikap sehari-hari, itulah hasil pola asuh orangtua selama ini. Namun, seperti apa gaya Anda saat berada di "balik selimut" bersama pasangan? Itu adalah hasil kerja kepribadian erotis Anda.
Menurut pakar seks Amerika Serikat, Sage Vivant, ada 12 tipe kepribadian erotis yang bersembunyi di balik penampilan keseharian Anda. Dengan memahami kepribadian ini, Anda bisa mengetahui apa kebutuhan seksual dan mencari tahu cara memuaskan diri sendiri. Inilah ke-12 kepribadian erotis tersebut.
Pemimpin
Dalam berhubungan seks, the top alias si pemimpin memang senang bicara langsung dan blakblakan. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tipe ini mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda ingin atau butuh memegang kendali. Meskipun begitu, untuk mencapai kepuasan erotisnya, si pemimpin bukan hanya akan memberikan perintah, tetapi juga ingin melihat perintahnya dilaksanakan.
Tipe ini juga akan mencari kenikmatan seksual dari beragam cara. Tak heran, pengetahuan seks si pemimpin biasanya lebih tinggi daripada tipe erotis lain. Dalam beraksi, tipe ini memiliki kecenderungan suka memakai kostum dan memainkan peran sebagai sosok yang berkuasa. Jika pasangan mau dikendalikan, ia takkan pelit untuk memberi "hadiah". Oh ya, tipe ini juga punya kecenderungan suka bercinta dengan kekerasan. Namun, ia hanya akan melakukan jika pasangannya menikmati rasa sakit dari permainannya tersebut.
Penurut
Tipe ini merasa sangat senang ketika diberi tahu apa yang harus dilakukan saat berhubungan seks. Dengan mengabaikan pikiran dan tubuhnya sendiri, si penurut alias the bottom percaya hal ini akan mendorongnya ke arah kepuasan seks yang sesungguhnya. Tipe ini akan rela merasakan dan menahan sakit saat berhubungan seks demi membuktikan komitmen dan kesetiaannya kepada pasangan.
Tak jarang ia menguji batas kesabarannya sendiri. Padahal, pasangannya belum tentu sosok yang luar biasa. Bahkan, pasangan si penurut kebanyakan adalah lelaki pada umumnya. Si penurut cenderung akan beraksi ketika ia berada pada tingkat emosi tinggi. Pasalnya, pada kondisi ini, ia akan merasa fisiknya terhubung erat dengan jiwa dan pikirannya. Itu sebabnya, seks bagi si penurut adalah menikmati semua permainan tanpa meremehkan, terutama jika pasangannya adalah si tipe pemimpin.
Penyuka Tantangan
Tipe ini membutuhkan adrenalin untuk membangkitkan gairah seksualnya. Jika permainan seks itu berisiko, si penyuka tantangan alias the risk-taker akan menjadi orang pertama yang mencobanya. Tantangan dalam bercinta memang membuat gairah tipe ini bak adrenalin dalam film The Fast and The Furious.
Namun, apa yang dipikirkan si penyuka tantangan cenderung bertentangan dengan apa yang ia butuhkan. Alhasil, sebagian orang dari tipe ini punya keberanian bercinta dengan penuh risiko. Sementara sebagian lagi hanya berani mengkhayalkannya. Meskipun begitu, permainan dengan tingkat kesulitan tinggi adalah afrodisiak (pembangkit gairah) bagi the risk-taker dan ia siap dengan segala konsekuensinya.
Pencari Perhatian
Tipe ini senang sekali pamer alias show-off. Mungkin tidak dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dalam bercinta ia senang diperhatikan, dikagumi, dan ditonton. Terkadang ia sendiri tidak perlu terlibat dalam permainan seks tersebut.
Si pencari perhatian juga senang mengenakan sesuatu yang merupakan ciri khas dirinya. Dan, ini akan membuat pasangannya tak bisa melepaskan pandangan dari tipe ini. Itu sebabnya, ia akan sangat khawatir jika orang lain atau pasangan tak memerhatikannya. Selain suka mencari perhatian, tipe ini memiliki fantasi bercinta dengan skenario di mana ia ingin permainannya disaksikan si pasangan. Ia memang haus akan pujian.
Penyimak
Si penyimak alias the watcher akan menemukan sensasi seksualnya dalam aksi sederhana, yaitu melihat adegan bercinta. Bukan berarti ia harus menonton pasangan bercinta dengan orang lain. Toh, mendengarkan orang bercinta di kamar sebelah tidak akan mengganggu the watcher sedikit pun.
Namun, ia akan merasakan sensasi seksual ketika melihat pasangannya menanggalkan pakaian, mencium, membelai, ataupun masturbasi di hadapannya. Psst, tipe ini biasanya memiliki koleksi film biru yang cukup mengesankan, lho. Pasangan yang tidak memahami si penyimak mungkin akan mengeluh dan tak suka dengan karakter si penyimak yang suka mengamati ekspresi dan permainan si pasangan saat bercinta.
Romantis
Tak ada yang lebih menggairahkan bagi tipe the romantic kecuali membayangkan dirinya diselamatkan dari bahaya oleh pasangannya. Namun, jangan menganggap tipe ini adalah perempuan yang lemah dan tak berdaya. Bagi si romantis, fantasi ataupun ide permainan diselamatkan membuatnya merasa diinginkan dan seksi.
Agar bisa menikmati hubungan seks, the romantic memang perlu merasa diinginkan dan dicintai pasangannya. Tah heran, tipe ini selalu membayangkan memiliki pasangan yang tidak hanya bisa membuatnya bergairah untuk bisa bercinta setelah ia "diselamatkan", tetapi juga mengharapkan memiliki pasangan yang tahu bagaimana menyenangkan dirinya tanpa perlu diberikan instruksi. Ya, si romantis memang menyukai pasangan yang bisa membaca pikiran dan memberinya rangsangan seperti yang ia inginkan.
Pengkhayal
Realita adalah hal yang paling tidak difavoritkan tipe ini. Itu sebabnya, si pengkhayal alias the escapist lebih senang menghidupkan imajinasi seksnya karena di sanalah ia setidaknya bisa bercinta dengan lelaki yang bukan pasangannya. Ia juga senang mengulang khayalannya sendiri dan berpikir betapa menyenangkannya jika imajinasi itu bisa menjadi kenyataan.
Fantai seks si pengkhayal memang sangat aktif dan kaya. Tak heran jika tipe ini disebut sebagai ratunya kepribadian erotis. Percaya atau tidak, kepribadian ini ada sedikit di hampir setiap orang. Lalu, apa yang membuat seseorang didominasi kepribadian ini? Si pengkhayal memiliki keinginan untuk mewujudkan fantasi erotisnya. Sementara yang lain sudah merasa cukup dengan membayangkannya saja.
Pelajar
Seperti para pelajar yang cenderung suka memberontak, tipe the student alias pelajar ini juga memiliki kecenderungan suka mengabaikan batasan dan aturan dalam bercinta. Hal baru yang belum dieksplorasi atau bahkan pengalaman bercinta yang sedikit tidak wajar sering memotivasi tipe ini dalam bercinta. Bagi the student, mempelajari hal baru sama menyenangkannya dengan mempraktikkan.
Si pelajar memang memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang seks. Ia sangat menghargai pasangan yang juga punya rasa ingin tahu. Itu sebabnya, ia tidak selalu membutuhkan pasangan yang hebat. Tipe ini siap bereksperimen demi merasakan segala kenikmatan seksual. Ia juga bisa sangat tertarik pada pembicaraan tentang seks dan takkan berhenti membicarakan hingga ia merasa ilmunya sudah lengkap.
Maniak
Tipe yang satu ini memang memiliki kecenderungan yang menyimpang. Apalagi dalam pikiran si maniak hanya ada satu ungkapan, "lebih banyak lebih baik". Jangan heran jika tipe ini kerap membayangkan bercinta dengan lebih dari satu pasangan. Dan, pada kenyataan, jika ada pilihan bisa menjalani hubungan seperti itu, mungkin ia akan mencoba melakukannya. Bagi tipe ini, cemburu bukanlah suatu masalah. Toh, yang ia inginkan hanyalah menikmati perhatian dari banyak lelaki yang bisa ia dapatkan.
Miss Popularity
Bagi tipe ini, penampilan fisik yang menunjang sama artinya dengan popularitas. Tak heran, tampilan fisik yang oke menjadi daya tarik si miss popularity ini. Gairahnya pun akan mudah bangkit dengan hanya melihat wajah orang-orang yang membuatnya tergila-gila. Itu sebabnya, tipe ini akan lebih memilih hidup seorang diri daripada menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak sesuai dengan standarnya.
Petualang
Tipe ini adalah petualang seks sejati. The wanderer alias si petualang memang senang menggoda, mencoba kegiatan baru, dan memperluas pengetahuan serta pengalaman seksnya lewat berbagai petualangan.
Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2010/01/29/12201174/12.kepribadian.erotis
