Selasa, 09 Februari 2010

Bayi Berkepala 2

Kelahiran seorang bayi berkepala dua di Bangladesh telah menimbulkan kehebohan. Sampai-sampai polisi harus turun tangan untuk melindungi bayi laki-laki itu. Sebab banyak orang yang penasaran untuk melihat bayi tersebut.

Bayi bernama Kiron itu dilahirkan melalui operasi caesar pada Senin, 25 Agustus lalu di Keshobpur, 135 kilometer dari Dhaka, ibukota Bangladesh. Bayi tersebut lahir dengan berat badan 5,5 kg.

"Dia punya satu perut dan dia makan secara normal dengan dua mulutnya. Dia punya satu organ genital dan kaki-tangan yang lengkap," kata ginekolog Mohamad Abdul Bari.

"Dia dilahirkan dari satu embrio namun ada gangguan perkembangan," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (28/8/2008).

Menurut Bari, klinik lokal tempat bayi itu dilahirkan tidak bisa memastikan apakah Kiron memiliki satu atau dua set organ vital.

Kiron dan ibunya (22) telah dipindahkan dari klinik ke rumah sakit yang lebih besar di Kota Jessore. Sebab kerumunan orang terus berkumpul di klinik. Namun hal yang sama juga terjadi di rumah sakit.

"Kami meminta polisi untuk mengatasi situasi ini dan mereka kini berjaga di rumah sakit di Jessore," kata Bari.

Banyak orang yang datang untuk melihat bayi tersebut menyerahkan uang untuk keluarga sang bayi.

Disadur dari : http://www.dakiunta.com/content/bayi-berkepala-2

Bersumpah Lalu Disambar Petir

Ini kisah aneh tapi nyata dari China. Seorang pria bersumpah pada Tuhan bahwa dia tak memiliki utang pada tetangganya. Tapi tak lama kemudian dia disambar petir!

Pria tersebut bernama Xu. Dia bersumpah di depan keramaian para tetangganya di Kota Fuqing. Xu berkoar bahwa dia tak pernah berutang uang pada Huang. Huang sebelumnya mengklaim Xu berutang 500 yuan (sekitar Rp 667.570) pada 3 tahun lalu.

"Dia utang 500 yuan tiga tahun lalu pada saya untuk hadiah pernikahan teman. Namun dia menyangkal berutang setelah itu," kata Huang. Huang lantas pergi ke rumah Xu untuk menagih.

"Saya bilang padanya, bila dia berani bersumpah pada Tuhan bahwa dia tidak utang pada saya, saya akan menghapus utangnya," ujar Huang.

Xu setuju lantas mengucapkan sumpah. Namun tiba-tiba dia kesambar petir tak lama kemudian.

Dia lantas dibawa ke rumah sakit dan dokter memastikan bahwa dia kesambar petir. Dia harus dirawat untuk menyembuhkan lukanya.

Disadur dari : http://www.dakiunta.com/content/bersumpah-lalu-disambar-petir

Bayi Raksasa Dari Kolombia

Bayi laki-laki di Kolombia ini memang baru berusia 11 bulan, namun ukuran tubuhnya telah mencapai ukuran tubuh layaknya anak berusia 8 tahun. Bayi ini mempunyai berat badan 28 kilogram dan ukuran tubuhnya empat setengah kali lebih besar dari tubuh kakaknya.

Karena ukuran tubuh yang terlalu lebar, bayi itu terpaksa mengenakan popok raksasa. Menurut penuturan ibunya, Milena Orosco de Agudelo, bayinya itu mulai terus membesar tubuhnya saat memasuki usia 2 bulan.

"Bayiku telah menjalani beberapa tes dan hasilnya menunjukkan ia mengalami gangguan fungsi hormon tiroid," kata Orosco. "Kemudian, bayiku itu diikutkan untuk menjalani tes kardiogram dan hasil tes menunjukkan ia mempunyai struktur tulang layaknya anak berusia 8 tahun, namun para dokter tidak mengatakan padaku bagaimana hal itu bisa sampai terjadi."

Bayi ini seharusnya memiliki berat badan antara 6 hingga 7 kilogram pada usia sebayanya. Para dokter di Kolombia sedang berupaya mencari tahu bagaimana bayi tersebut terus membesar ukuran tubuhnya.

Dokter David Dias dari Rumah Sakit Anak Barranquilla menerangkan bayi itu akan kembali menjalani beberapa pemeriksaan. "Bayi itu akan kembali diperiksa untuk menentukan apakah tubuhnya membesar akibat obesitas atau karena overfungsional kelenjar tiroid".

Disadur dari : http://www.dakiunta.com/content/bayi-raksasa-dari-kolombia

Punya 86 Istri, 82 Harus Diceraikan

Menceraikan seorang istri saja berat, bagaimana bila harus menceraikan 82 istri sekaligus? Itulah yang akan dilakukan Mohammadu Bello Abubabar, 84 tahun.

Abubakar adalah suami dari 86 istri. Baru-baru ini dia menerima fatwa yang memerintahkannya untuk menceraikan sebagian besar istrinya. Dia boleh memilih 4 di antaranya untuk tetap diperistri.

Minggu lalu, salah satu otoritas keagamaan Islam tertinggi di Nigeria, Jamatu Nasril Islam, mengeluarkan putusan hukuman mati terhadapnya. Putusan itu kemudian dibatalkan, namun ia diancam dengan hukuman pengasingan.

Sebelumnya, Abubakar menantang ulama-ulama Islam, seraya berargumen bahwa tidak ada hukuman di Quran bagi pria yang beristri lebih dari empat orang.

"Semua istri saya telah memiliki anak dan beberapa di antaranya telah tinggal bersama saya lebih dari 30 tahun. Bagaimana mungkin saya harus meninggalkan mereka dalam jangka waktu dua hari?" demikian ungkapnya kepada wartawan koran lokal.

Mantan guru dan pengkhotbah yang tinggal di negara bagian Niger ini tinggal bersama dengan istri-istrinya bersama dengan setidaknya 170 anak.

Niger merupakan salah satu negara bagian berpenduduk mayoritas muslim yang telah menerapkan hukuman Syariat sejak tahun 2000.

Disadur dari : http://www.dakiunta.com/content/punya-86-istri-82-harus-diceraikan

Pria dan Selingkuhannya (Sapi) Akan Dibuang ke Laut

Perbuatan tidak senonoh Kakek I Nengah Sutarya (70) dianggap telah membuat kesucian desa Julah, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Bali tercoreng. Sebagai penetralisir, sang kakek dan sapi betina akan dibuang ke tengah laut.

Rencana melarung kakek dan sapi ke tengah laut adalah bentuk sanksi yang dikenakan kepada pelaku oleh desa Julah. Sebelum dilarung ke tengah laut, kakek malang dan sapi tersebut akan melalui sebuah upacara pecaruan balik sumpah (penetralisir kesucian desa).

Sebelum dibuang ke laut, sapi tersebut akan dihias layaknya perempuan. Tubuh sapi dikenakan kain serta wajahnya diberikan bedak. Barulah sapi ditenggelamkan ke dasar laut. Hanya saja, kakek Sutarya tidak ditenggelamkan. Ia disimboliskan
ditenggelamkan kemudian diangkat lagi oleh warga.

"Ini adalah sanksi adat yang telah disepakati warga desa dalam sebuah rapat pada 12 Agustus 2008. Sapi dibuang ke laut untuk mencegah sapi tersebut hamil. Kita tidak ingin itu terjadi," kata Kepala Desa Adat Julah Ketut Sidemen.

Sanksi lainnya, adalah seluruh biaya upacara pecaruan yang diperkirakan menghabiskan biaya cukup besar ini dikenakan kepada kakek Sutarya.

"Sanksi ini untuk menyadarkan warga agar tidak melakukan perbuatan yang sama karena menghabiskan banyak biaya." kata Sidemen.

Rencananya upacara itu akan digelar jika pihak keluarga Sutarya telah memiliki biaya. Pihak desa memberikan batas waktu hingga bulan Desember 2008.

Meskipun ke sanksi berat, pihak desa masih memberikan toleransi. Jika pihak Sutarya tidak memiliki uang maka pihak desa bersedia membiayai upacara. Biaya tersebut nantinya harus diganti oleh pihak keluarga Sutarya.

Disadur dari : http://www.dakiunta.com/content/pria-dan-selingkuhannya-sapi-akan-dibuang-ke-laut

Lobster Raksasa

Seorang nelayan bernama John Brannan terkejut ketika menemukan seekor lobster berukuran tidak normal ketika sedang berlayar di Terusan Inggris.

Lobster 'raksasa' itu memiliki panjang tubuh 91,5 centimeter, belum lagi ditambah capitnya yang sepanjang 45 centimeter. Wow...

Meski besarnya lebih dari empat kali lobster normal dan dapat dikonsumsi sekitar 10 orang, lobster itu takkan menjadi santapan atau diperjual-belikan. Pasalnya, John telah mendonasikan lobster berwarna biru-merah itu kepada Blue Reef Aquarium.

Lobster yang diberi nama Eddy itu merupakan lobster Eropa biasa, namun menurut staf Blue Reef, ia diperkirakan telah berusia lebih dari 50 tahun. Konon, seekor lobster dapat hidup hingga 100 tahun.

Disadur dari : http://www.dakiunta.com/content/lobster-raksasa

Hewan Pikachu Dilelang

Jika Anda penggemar kartun Jepang pasti Anda tahu tokoh Pikachu pada film Pokemon.

Seorang
pria mengklaim bahwa ia telah menemukan hutan Pikachu dan menawarkan
diri untuk menangkap Pikachu dan menjualnya pada sebuah lelang di
Jepang. Harganya? 925 juta dolar Amerika!

Total hanya 20 Pikachu yang akan ditawarkan. Harga tersebut sudah termasuk persediaan makanan untuk 3 bulan dan video berdurasi 60 menit yang mengajarkan bagaimana cara merawat Pikachu.

Disadur dari : http://www.dakiunta.com/content/hewan-pikachu-dilelang