Kamis, 28 Januari 2010

"Blogging" Bisa Membantu Mendorong Karier



Ke mana pun Anda melihat, setidaknya akan ada orang yang memegang BlackBerry atau ponsel yang bisa berinternet. Tak heran, aplikasi-aplikasi jejaring sosial di internet sangat banyak pengikutnya. Belum lagi penyedia lahan blog yang menjadi tempat curahan hati dan sebagai tempat unjuk kebolehan yang gratis.

Blog memiliki kegunaan yang sangat beragam. Fungsinya sebagai diary maya, tempat menunjukkan hasil jepretan, menunjukkan kreasi seni, berbagi informasi, bahkan berkenalan dengan orang lain. Apakah Anda sudah memiliki blog? Jika belum, kemungkinan terbesar Anda melewatkan satu hal yang bisa menjadi kesempatan untuk melejitkan karier Anda.

Mengapa blog?

Blog merupakan sarana yang amat bagus untuk seseorang yang sedang mencari pekerjaan, termasuk para fresh graduate. Pasalnya, blog menjadi tempat Anda untuk mencurahkan dan menyimpan hasil karya dalam bentuk digital. Misal, tempat Anda menyimpan hasil tulisan, hasil jepretan, bahkan hasil karya di sana. Selain Anda bisa menunjukkan kemampuan Anda, menyimpan hasil karya juga sebagai pembuktian bahwa Anda tidak gaptek. Dua hal yang amat diperlukan untuk bisa bersaing di dunia teknologi masa sekarang. Namun, perlu dipikirkan dan dipastikan bahwa blog yang Anda tampilkan mencerminkan hasil yang profesional, bukan blog yang sangat pribadi dan isinya seputar hobi dan kata-kata yang tidak sopan.

Bagaimana menyampaikan kepada calon pemberi kerja?

Salah satu hal yang ingin diketahui oleh perusahaan sebelum memberikan pekerjaan kepada pencari kerja adalah apa yang unik dari diri Anda? Jika Anda sudah memiliki blog yang banyak dikunjungi dan dibaca orang, hal ini bisa jadi nilai kunci Anda. Anda bisa mengedepankan hal ini saat wawancara kerja, misal, “Blog yang sudah saya kembangkan secara pribadi ini berisi tentang pandangan saya seputar ekonomi, dan bagaimana keluar dari situasi rumit keuangan. Saat ini ada lebih dari 700 pembaca yang selalu membaca blog saya.”

Atau cara yang lebih mudah adalah dengan mencantumkan alamat blog Anda di resume, dengan penjabaran singkat isi blog tersebut. Anda tak perlu menjadi seseorang yang sangat ahli untuk bisa menulis di blog, jangan berusaha, dan jangan berpura-pura menjadi seorang yang sangat ahli karena ini bisa berbahaya. Direkomendasikan, blog untuk mencurahkan isi pikiran Anda yang tak menyinggung SARA ataupun orang lain. Anda bisa memulai untuk menulis tentang sesuatu yang Anda sukai atau yang berkaitan dengan karier Anda.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2009/08/04/15233949/blogging.bisa.membantu.mendorong.karier

Ide Wirausaha: Kedai Kopi


Berwirausaha dengan modal terjangkau dan untung besar hampir dipastikan banyak diminati orang. Itulah gagasan atau cita-cita yang dianut pengusaha yang akan mengajak bermitra kepada siapa pun juga.

Kepada harian Warta Kota, Iwan Agustian, pemilik waralaba Semerbak Coffee Blend, mengatakan, untuk menjalankan usaha ini modal yang dibutuhkan calon pewaralaba hanya Rp 7 juta. Biaya itu sudah termasuk konter, bahan kopi sebanyak 6 rasa untuk 120 gelas atau cup, media promosi, software keuangan, seragam, dan manual pengoperasian.

Ada yang membedakan waralaba ini dengan waralaba lainnya. Kata Iwan, selain tidak memungut biaya franchise dan biaya promosi, Semerbak Coffee Blend juga tidak memakai sistem kontrak untuk kerja sama. Pewaralaba cukup belanja kebutuhan bahan kopi di kantor pusat Semerbak Coffee Blend.

"Ini yang membedakan waralaba kami. Kami berpegang pada visi yang kami buat. Kami ingin menciptakan pengusaha baru yang ingin berwirausaha di bidang minuman. Maka dari itu tidak dipungut biaya apapun kepada mitra kami. Termasuk tidak ada kontrak fee dan tidak ada batasan bulan bahkan tahun," ujar Iwan, Selasa (1/9).

Cuma untuk mengikatnya, kata Iwan, para mitra harus belanja bahan kopi di kantor pusat. Termasuk para mitra yang berada di luar Depok atau luar Pulau Jawa, membeli bahan pembuat kopi di kantor yang berada di Jalan Nusantara, Depok itu. Untuk mitra yang berada di luar kota bahan pembuat kopi akan dikirim.

Sebelum menjadi mitra, calon mitra bisa mencicipi bahan dari pembuat kopi. Bagi yang berminat bisa membeli sampel yang berisi enam bahan kopi seharga Rp 50.000,-. Dalam paket ini terdapat bagaimana cara membuat dan menyajikan kopi blend. Harga sampel itu tidak termasuk ongkos kirim.

"Kami beri kesempatan kepada yang berminat untuk mencoba dulu sebelum memutuskan untuk bermitra dengan kami. Bila cocok, bisa diteruskan untuk bekerja sama dengan membayar uang muka 50 persen. Mengenai lokasi penjualan diserahkan langsung ke mitra. Kami tidak ikut survei. Karena yang tahu lokasi dan seluk-beluk pasarnya adalah mitra," kata Iwan.

Di sisi lain, waralaba ini juga bisa memberikan nilai lebih kepada calon mitranya. Misalnya, kata Iwan, mitra atau pewaralaba sudah menekuni usaha makanan lainnya, seperti menjual bakso atau somay, tetap bisa menjadi mitra tanpa harus menutup usaha yang sudah ditekuni.

Menu Semerbak Coffe Blend adalah iced cappuccino latte, hazelnut cappuccino latte, tiramisu cappuccino latte, caramel cappuccino latte, vanila cappuccino latte, dan chocolate cappuccino latte.

Iwan mengatakan, dalam satu hari pewaralaba yang sudah jalan rata-rata bisa menjual 200 gelas dengan harga jual dari Rp 7.000,- sampai Rp 10.000,-/gelas, karena tergantung dari lokasi dan target konsumennya.

Selain kopi ada tawaran yang lain yaitu teh gelas Goodtea. Modalnya mulai Rp 4,5 juta hingga Rp 7,5 juta dengan masa pengembalian modal dalam waktu dua hingga tiga bulan.

Goodtea menawarkan program waralaba dalam tiga paket, yakni paket A, paket B, dan tricycle booth. Praska Gilang Ramanda, Marketing Goodtea, mengatakan, paket-paket itu mempunyai harga paket yang berbeda. Paket A ditawarkan Rp 4,5 juta, paket B ditawarkan Rp 5,5 juta, dan paket tricycle booth Rp 7,5 juta.

Waralaba Goodtea juga tidak menarik biaya royalti dan fee franchise kepada mitranya. Semua keuntungan yang diraih franchisis (istilah pewaralaba Goodtea) dimiliki sepenuhnya oleh pewaralaba. Anda tertarik?

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2009/09/06/11323166/ide.wirausaha.kedai.kopi

Agar Pelanggan Senang Berbelanja di Toko Anda


Sebagai wanita, Anda pasti senang berbelanja, baik di toko retail dimana Anda bisa tawar-menawar harga, maupun di department store yang membuat Anda rela menggesek kartu kredit untuk menebus tas seharga 10 juta rupiah. Namun seorang pelanggan bisa membatalkan rencana belanjanya jika menerima perlakuan yang kurang menyenangkan dari pemilik toko atau butik.

Karena itu, sebagai pemilik butik atau pun toko, sudah sepantasnya Anda memberikan layanan istimewa untuk calon pembeli. Cara terbaik untuk memberikan pengalaman belanja yang hebat untuk pelanggan adalah dengan menyewa dan mendidik karyawan yang mampu menggali informasi tentang kecenderungan pelanggan dan mengubah pengetahuan tersebut menjadi layanan yang disesuaikan kebutuhan pelanggan. "Jika Anda seorang merchandiser tanpa program training, kemungkinan menciptakan pengalaman yang hebat untuk pelanggan sangat sulit," ujar Paula Courtney, Chief Executive The Verde Group, lembaga riset retail di Toronto, Kanada. "Melakukan kebijakan adalah jantung dari sebuah bisnis dalam menciptakan pengalaman belanja yang hebat."

Untuk Anda yang sedang merintis dunia bisnis, tips berikut mungkin perlu dipertimbangkan.

* Buatlah desain toko yang menarik dan atmosfir yang menyenangkan. Secara konsisten sediakan barang yang berkualitas, dan buat pelanggan merasa mereka diperhatikan dengan menyediakan barang-barang berkualitas terbaik.

* Ingat, (calon) pembeli adalah raja. Karena itu bersikaplah sopan, perhatikan apa yang diinginkan atau dicari pelanggan. Kemudian tunjukkan kemauan untuk membantu, dan dengarkan pertanyaannya.

* Bila Anda mengingat seorang pembeli yang datang kembali ke toko Anda, sapalah dia dengan ramah. Tanyakan, misalnya, bagaimana cake yang dulu dibeli? Jenis apakah yang disukainya? Tanyakan siapa namanya, dan sebutlah namanya setiap kali Anda berbincang dengannya. Pelanggan senang jika pemilik toko mengingat dirinya, apalagi namanya.

* Dengan sabar jelaskan dan beri saran mengenai barang yang ingin dibeli pelanggan, misalnya merek mana yang lebih berkualitas daripada merek lainnya. Bantu pelanggan dengan menemukan barang yang dicari, dengan mencek apakah stok barang tersebut masih tersedia.

* Jangan terjebak dengan pertanyaan pelanggan, dan hindari memberikan feedback yang negatif. Seorang rekan Kompas.com pernah membatalkan membeli jam tangan dengan harga puluhan juta hanya karena saat ditanya model mana yang lebih bagus untuk dirinya, sang penjaga butik mengatakan, "Yang emas itu enggak cocok buat Ibu, kan Ibu item." Ouch...! Akan lebih baik jika Anda mengatakan, "Yang perak ini terlihat manis untuk Ibu."

* Bila antrian pembeli akan membayar sudah cukup panjang, tawarkan untuk melakukan proses pembayaran lebih cepat. Misalnya, menerima pembayaran dari pembeli yang sedang ada di tengah antrian, jika ternyata membawa uang pas sejumlah total pembelian.

* Pembeli menemukan sepatu yang diidam-idamkannya, namun sepatu tersebut memiliki sedikit cacat? Tawarkan bantuan, misalnya memperbaiki cacat tersebut, atau memberikan diskon sekian persen. Bantuan kecil seperti ini akan selalu diingat pelanggan. Ingat, menurut hasil riset, empat dari lima orang rata-rata akan menyampaikan kepada tiga orang lain tentang pengalaman berbelanja yang menyenangkan.

* Jangan menempel terus di samping pengunjung toko sambil memandangi penampilan pengunjung tersebut dari atas ke bawah. Mintalah karyawan Anda untuk tidak melakukan hal tersebut karena tidak sopan. Selain itu, minta penjaga toko untuk tidak bercanda hingga terbahak-bahak dengan penjaga toko sebelah yang juga sedang menganggur.

* Bila pengunjung menanyakan sesuatu barang yang tidak tersedia di toko Anda, sampaikan penyesalan Anda dengan mengatakan, "Maaf, Mbak, kami tidak menyediakan barang tersebut. Mungkin ada yang lain yang ingin dicari?" Perhatikan intonasi suara Anda, jangan sampai memberikan kesan jawaban Anda justru mengatakan, "Sori ya, kami enggak punya barang seperti itu!"

* Bila Anda atau karyawan memang diharuskan menyapa pengunjung, lakukan hal tersebut sambil menatap matanya. Jangan biarkan karyawan berteriak-teriak, "Lihat-lihat ke dalam, Kak, banyak yang baru..." pada seseorang yang sedang lewat, namun matanya jelalatan ke arah lain. Pengunjung tahu sapaan seperti ini sama sekali tidak tulus.

* Bila pengunjung tak jadi membeli barang, jangan langsung meninggalkannya seolah ia orang yang sangat tidak berharga. Sampaikan terima kasih atas kunjungannya, lalu tunggu hingga ia berlalu, baru Anda kembali menyibukkan diri dengan hal lain.

Anda punya tips yang lain?

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2009/09/09/11575788/agar.pelanggan.senang.berbelanja.di.toko.anda

Dapat Duit dengan Memodali Usaha


Pada prinsipnya, Anda punya modal uang, dan orang lain yang menjalankan usaha. Kalau uang yang Anda miliki lebih besar, bisa membantu usaha dengan modal makin besar. Namun modal kecil pun bisa.

Cara kerja
Biasanya diatur cara bagi hasil antara Anda sebagai pemilik modal, dan orang yang menjalankan usaha. Umumnya, masing-masing mendapat bagian 50 persen dari keuntungan. Catat, ya, dari keuntungan, bukan penghasilan.

Lalu, penghasilan yang diperoleh, dibagi tiga: satu bagian untuk modal berikutnya (membeli barang lagi), satu bagian untuk Anda, dan satu bagian lagi untuk partner Anda. Besarnya modal tergantung usaha yang mau Anda biayai, namun sangat fleksibel. Bisa mulai dari Rp 500.000 sampai puluhan juta rupiah.

Siapa yang bisa dimodali? Coba lihat sekeliling Anda. Pasti banyak orang yang membutuhkan modal.

Contohnya:
1. Penjual makanan
Bisa di dekat rumah Anda atau di sekitar perkantoran. Misalnya, penjual mie instan. Biasanya mereka butuh modal untuk memperbesar atau melanjutkan usahanya.

2. Office boy
Anda bisa modali mereka untuk berjualan makanan kecil, rokok, minuman dingin di area kantor Anda. Pasti laku. Apalagi banyak orang malas keluar kantor hanya untuk membeli sebungkus rokok.

3. Usaha garmen
Siapa pun pasti butuh baju baru. Bila Anda punya kenalan yang senang berdagang pakaian di kantor atau di kompleks perumahan, acara arisan, dan sebagainya, orang ini potensial dijadikan partner. Persentase keuntungan tergantung kesepakatan.

4. Bisnis salon
Salon juga bisnis menjanjikan. Anda bisa berpartner dengan para kapster atau lulusan sekolah kecantikan untuk membuka usaha sendiri. Modalnya memang cukup besar dan butuh perencanaan. Namun bisala berjalan lancar, hasilnya pun lumayan menguntungkan.

Keuntungan dan risiko
Anda memang hanya perlu menyetor modal dan tak perlu melakukannya sendiri. Namun, perlu aturan yang jelas antara Anda dan orang yang dimodali. Pengawasan juga tetap harus dilakukan, termasuk pengendalian mutu barang. Kalau usaha lancar, Anda bisa mengambil keuntungan di bulan pertama.

Lebih baik berbisnis dengan cara seperti ini dengan orang yang Anda kenal. Bila terjadi apa-apa, Anda tahu ke mana harus mencarinya. Karena risiko bisnis ini adalah orang yang Anda modali kabur, atau usaha tidak lancar, sehingga pemasukan kurang.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2009/09/17/10574590/dapat.duit.dengan.memodali.usaha

Memproteksi Ide Bisnis Anda


Banyak pelaku bisnis yang tidak memiliki ide-ide yang kuat maupun etika bisnis yang memadai. Yang terjadi kemudian adalah, mereka mencuri ide atau hak cipta orang lain (dalam bisnis biasa disebut hak kekayaan intelektual) dan memata-matai langkah pemasaran yang dilakukan perusahaan pesaingnya.

Agar Anda tidak terjebak dalam tindakan pencurian ide atau merek (atau apa pun yang berkaitan dengan bisnis), segera lakukan proteksi terhadap bisnis Anda dengan lima cara berikut:

Catat dan simpan. Secara teliti catatlah detail dari ide brilian Anda, termasuk dengan siapa dan kapan Anda membagi ide tersebut. Simpan di komputer atau ponsel, dalam file yang diproteksi dengan password. Sebagai back-up, kirim email berisi file ide tersebut ke alamat email Anda yang lain, supaya dapat mengetahui kapan Anda pertama kali membuat catatan mengenai ide tersebut.

Daftarkan ide dan merek Anda. Buka website Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (www.dgip.go.id) yang mengidentifikasi tipe hak kekayaan intelektual apa yang Anda miliki. Di sini Anda bisa menemukan tata cara melakukan hak paten, hak merek, atau hak cipta, dan melakukan registrasi secara online. Dalam website tersebut Anda juga bisa mencek apakah merek yang Anda buat sudah pernah didaftarkan oleh orang lain (alias, merek Anda sudah tidak eksklusif).

Kuatkan hak-hak Anda. Begitu Anda mendaftarkan ide-ide Anda, langkah selanjutnya adalah menguatkan hak-hak Anda. "Jika Anda tidak secara agresif mengurus hak kekayaan intelektual Anda, kelak Anda bisa repot mengurusnya secara hukum (jika ide atau merek Anda diakui orang lain)," ujar Alex Weingarten, pakar hak kekayaan intelektual di Spillane Weingarten LLC.

Gunakan perjanjian dengan vendor, investor, atau karyawan, untuk tidak membocorkan rahasia dan melakukan persaingan usaha yang sehat (misalnya, tidak memasang harga di bawah harga pasar). Cek www.hukumonline.com untuk mengetahui berbagai peraturan perundang-undangan seputar dunia usaha. Saat Anda membuka informasi, pastikan hal ini hanya sebagai pengetahuan saja. Pastikan juga Anda memberikan regulasi yang dapat diakses dan diunduh karyawan.

Dapatkan penasihat hukum. Ketika usaha yang Anda rintis sudah makin berkembang, pekerjakan seorang pengacara yang berspesialisasi di bidang kekayaan intelektual. Anda akan sangat terbantu ketika berniat menjalani suatu prosedur hukum, karena ada ahli yang selalu membimbing langkah-langkah Anda, sekaligus memberikan saran-saran mengenai apa yang harus Anda lakukan.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2009/09/18/16435096/memproteksi.ide.bisnis.anda

Tips Mulai Membuka Bisnis Makanan


Anda berniat membuka bisnis makanan? Ternyata syarat awalnya tidak susah. Anda harus menyukai makanan tersebut! Kemudian, tentu Anda harus jeli mengingat bagaimana suasana tempat makan yang membuat Anda nyaman. Berikut adalah sebagian tips yang dapat Anda ikuti.

1. Pilih makanan yang Anda kuasai resep dan cara pembuatannya.
2. Mulai dari yang sederhana dan mudah dikerjakan. Misalnya, jika ingin membuka restoran khas Jawa dengan menu pecel, belajarlah membuat bumbu pecel yang pas, baik rasa maupun kekentalannya.
3. Membuka bisnis makanan juga bisa dimulai dengan melakukan riset mengenai jenis makanan apa yang belum ada di kawasan tertentu. Dengan demikian, Anda tak memiliki kompetitor langsung di kawasan tersebut.
4. Bila Anda membuka restoran dengan menu yang sudah ada di kawasan tertentu, buat inovasi baru pada restoran Anda. Misalnya, jika restoran Anda menyajikan menu bebek, ciptakan menu bebek yang lain selain bebek goreng. Inovasi juga bisa ditampilkan dengan, misalnya, mengangkat menu "pinggir jalan" menjadi hidangan di restoran dengan pendingin udara.
5. Selalu perhatikan harga jual. Jangan terlalu mahal. Untung sedikit tak apa, yang penting pelanggan datang.
6. Selalu ramah kepada pembeli. Bila Anda dibantu tenaga tambahan, ajari mereka untuk bersikap ramah juga. Banyak restoran tutup hanya karena petugasnya memasang wajah judes, tidak ramah.
7. Memperhatikan dengan baik apa yang diminta pelanggan, termasuk jika ada pesanan khusus untuk makanannya (misalnya, jika pelanggan minta agar makanannya tidak terlalu pedas, tidak memakai seledri, dan lain-lain).
8. Kebersihan selalu nomor satu. Jangan jorok, jangan biarkan lalat beterbangan.
9. Bila pelanggan sudah makin bertambah, sebisa mungkin tambah jumlah pegawai Anda, supaya pelanggan dapat dilayani dengan cepat.
10. Jam buka dan tutup harus teratur. Ganti-ganti jam operasi akan membuat calon pelanggan bingung dan akhirnya malas datang lagi.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2009/09/27/17043391/tips.mulai.membuka.bisnis.makanan

5 Kesalahan dalam Business Blogging


Banyak perusahaan besar yang membangun blog sebagai pelengkap situs resmi perusahaan. Tujuannya, agar lebih mudah berinteraksi dengan konsumen, dan dengan cara yang lebih kasual. Blog juga menjadi sarana para pebisnis pemula untuk memperkenalkan produk atau jasanya. Bila dikelola dengan baik, blog dapat menarik perhatian orang terhadap bisnis tersebut, selain meraih pelanggan baru, dan mengubah pelanggan yang sudah ada menjadi penggemar. Coba lihat merek seperti Apple, BlackBerry, atau Crocs, mereka tak hanya membuat konsumen memakai barangnya, tetapi juga mempengaruhi orang-orang di lingkungannya untuk turut memakai.

Namun menciptakan blog untuk bisnis yang masih kecil tidak mudah. Butuh kerja keras, kemampuan berpikir kreatif tentang bisnis Anda, serta mengembangkan blog yang dibaca banyak penggemar. Jika Anda menghindari lima kesalahan dalam nge-blog berikut ini, peluang Anda untuk membangun blog bisnis yang sukses bukan sekadar mimpi lagi.

Kesalahan #1: Memperlakukan blog seperti press center
Inilah kesalahan nomor satu para blogger bisnis. Blog bukanlah tempat untuk memberikan siaran pers. Blogging adalah sarana berbicara, yang menawarkan suatu cara untuk konsumen bagaimana terhubung dengan bisnis Anda pada level baru. Siaran pers justru adalah kebalikannya. Isinya tidak personal, mempromosikan diri sendiri, sehingga kebanyakan pembaca tidak mempercayainya. Jika Anda menggunakan blog hanya untuk mempublikasikan siaran pers, pembaca tak akan tertarik untuk membacanya, apalagi mempercayai isinya.

Tips: Jadikan blog untuk mengumumkan produk atau bisnis Anda, dengan cara penulisan yang orisinal dan lebih kasual. Kemudian, gunakan blog untuk menulis hal-hal lain selain bisnis. Bagikan pikiran-pikiran Anda tentang industrinya, bagaimana kehidupan kerja dari hari ke hari, dan sediakan tips and tricks berbisnis berdasarkan pengalaman Anda.

Kesalahan #2: Tidak mem-posting tulisan secara teratur
Pernah melihat sebuah blog tertentu secara teratur? Seberapa sering mereka mempublikasikan artikelnya? Kebanyakan blog yang banyak dibaca orang biasanya mem-posting content baru setidaknya beberapa kali seminggu. Blog-blog semacam ini juga berusaha mematuhi jadual untuk membuat tulisan secara reguler, karena bila blog terus menampilkan sesuatu yang baru, pembaca akan terus kembali. Anda pun dapat membangun komunitas pengguna, dan mengubah mereka menjadi penggemar.

Tips: Bila kesulitan mencari ide mengenai apa yang harus ditulis, Anda bisa mengajak tim Anda berdiskusi, atau jalan-jalan ke mal untuk mengamati perilaku pengunjung. Anda bahkan bisa memancing pelanggan untuk memberikan masukan mengenai topik yang ingin ditulis.

Kesalahan #3: Tidak memungkinkan interaksi dengan pembaca
Bila blogging merupakan sarana berdiskusi, apa artinya jika kita tidak membuka peluang bagi pembaca untuk berinteraksi dengan kita? Manfaatkan kolom blog comments untuk menerima komentar atau kritik dari para pembaca. Undang mereka untuk merespons postingan Anda, atau apa pun yang berkaitan dengan blog tersebut.

Tips: Komunikasi seharusnya berjalan dua arah. Karena itu, tanggapi komentar pembaca, baik yang memuji, memberi saran, atau pun mengkritik. Kemauan Anda untuk terkoneksi dengan pembaca akan mengembangkan komunitas, yang dengan setia akan memberikan umpan balik yang berkualitas. Anda pun perlu berpartisipasi dalam obrolan di blog lain di industri yang sama. Gunanya untuk memperkenalkan blogging brand Anda, dan meraih pembaca baru.

Kesalahan #4: Content baru sulit ditemukan
Blog Anda akan dinilai kurang aplikatif jika pembaca tidak dapat menemukan content-content baru dengan mudah. Pastikan bahwa setiap content baru yang Anda tambahkan segera muncul dan memiliki alur yang mudah dibaca.

Tips: Blog Anda bisa dibuat agar mudah ditemukan dengan me-link-nya secara mencolok dari situs perusahaan Anda, atau memasukkan alamat blog Anda di bawah email. Bisa juga dengan memasangnya di kartu nama. Gunakan RSS feed, atau format data yang digunakan untuk menyediakan content yang telah di-update secara teratur untuk pembaca. Situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook juga bisa dimanfaatkan untuk mengabarkan content blog yang baru.

Kesalahan #5: Berharap terlalu banyak, dan terlalu cepat
Ibarat lomba lari, blogging bukan lomba lari sprint, melainkan maraton. Membangun blog hingga dikenal orang butuh waktu, bahkan pada bulan-bulan pertama Anda pasti merasa menulis untuk Anda sendiri. Untuk membangun komunitas pembaca, apalagi pembaca yang setia, jelas tidak akan terjadi dalam waktu cepat. Jangan mengharapkan feedback secara instan.

Tips: Tetapkan tujuan yang dapat dicapai, dan jangan menyerah setelah tiga bulan. Beri kesempatan setidaknya satu tahun untuk mengirim content secara teratur.

Disadur dari : http://female.kompas.com/read/xml/2009/10/02/10525077/5.kesalahan.dalam.business.blogging.